D.A.S

Foto saya
"to defeat your enemies, you must be their friends"

Jumat, 13 Juli 2012

THE WAY TO BREAK UP (FF)

Huahaaa heyhoooo gue kembali hadir dengan sisi kedataran gue(?) ah ginideh. daripada banyak basa basi, gue pengen post ff karya gue...*eak* ini sih udh pernah gue kirim ke salah satu website FF tapi belom dipost, jadi...yg mau baca cekidot...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kyuhyun’s PoV
DEG
Memori itu kembali terulang. Masih teringat ketika seorang Lee Jung Min  ternyata mempunyai namja baru yang bernama Baek Dong Jun. huft, aku sangat tidak tega saat itu, malahan sampai sekarang. Dua  tahun yang lalu, Dong Jun menyatakan cintanya pada Jung Min, padahal satu menit sebelum ia menyatakan cintanya, aku sudah membawa  bunga mawar untuk Jung Min. tapi kondisi itu tidak memungkinkan ku untuk menyatakan cinta.
Jung Min sebenarnya teman SMA ku dulu, tapi orang tua nya sudah meninggal sejak dia masuk SMA. Sedangkan aku tinggal di apartment yang tidak terlalu mewah, sejak saat itu, Orang tua Jung Min menitipkan surat bahwa mereka menitipkan Jung Min padaku. Sampailah, pada saat ini kami selalu tinggal bersama. Tapi entah bagaimana, Jung Min menganggap ku kakak kandungnya sendiri.
Tapi.. aku tidak pernah rela jika ia menganggap ku sebagai kakak, karena aku ingin menjadi pacarnya! Dan.. bagaimana rasanya jika kalian tinggal selama bertahun-tahun dan mengetahui orang itu sudah punya pacar dan kekasihnya selalu datang ke apartment kalian? Cih..! menjijikan. Tapi sejak satu tahun yang lalu, Dong Jun pergi ke Amerika entah untuk apa. Aku merasa senang sekali mendengarnya. Tapi sayangnya, Jung Min tidak senang dan selalu sedih.
“Kyuhyun oppa! Kau diam saja sejak tadi. Ayo bantu merapikan apartment mu ini. Sudah berdebu, dan banyak sekali sampah! Kajja!”
“Haih.. yeoja ini. Tunggulah sebentar, aku sedang…hm.. bingung”
“Bingung kenapa? Ayo cepat! Setelah ini anatarkan aku ke supermarket. Baru aku masak makanan western untukmu!”
“Baiklah”
Aku berhenti melamun disofa. Segera bangkit dan membantu Jung Min ku ini. Aku ingin bersenang-senang dengannya hari ini.
“Mana yang harus aku bereskan?”
“Itu! Kau kumpulkan buku-buku lama mu. Masukan ke box itu. Nanti simpan saja digudang”
“jangan simpan digudang! Hm, kalau kita bawa ke rumah orang tuaku bagaimana?”
“Terserah kau” katanya dibalik maskernya itu. Dia terlihat cantik.
Aku merapikan buku-buku lama ku. Sebenarnya ini buku Jung Min juga. Sesekali aku menengok ke belakang, memandang Jung Min yang sedang membersihkan lemari beserta isinya yang berdebu itu. Saat aku merapikan buku…
“Buku apa ini?” gumamku kecil.
Buku itu seperti diary, tapi aku tidak pernah menulis diary. Milik siapa ini? Ah nanti saja aku bacanya.
Setelah merapikan buku, aku dan Jung Min berbagi tugas lagi. Aku mencuci piring,  ia mengelap kaca dan merapikan bagian yang lainnya. Ia menyapu, aku mengepel. Sesekali aku memberinya lelucon agar ia tertawa, atau terkadang aku bernyanyi agar ia senang.
“Huft!! Jung Min-ah, aku lelah sekali. Kau yakin di kulkas sudah tidak ada lagi persediaan makanan?”
“Tidak ada. Hm kebetulan kemarin aku sudah gajian, ayo kita ke supermarket”
“Sabarlah. Aku baru saja merebahkan tubuhku disofa”
“Hei! Ayo cepattt, semakin lama kau mengantar ku, semakin lama aku memasaknya.”
“Ne~”
---
Hari ini sangatlah melelahkan, berbagai macam kegiatan sudah ku lakukan. Tepatnya bersama Jung Min ku sayang^^! Haha. Ingin sekali aku berkata itu padanya. Tapi, ahh sudahlah seharusnya aku sadar.
Aku masuk ke kamar Jung Min. ia sudah lelap dibalik selimut hangatnya. Aku hanya bisa tersenyum dan mengucapkan selamat malam, meskipun ia tidak mendengarnya. Aku kembali ke kamar, tiba-tiba saja aku teringat sesuatu…. DIARY!
Aku merebahkan tubuhku di kasur kesukaan ku yang empuk ini. Menyenderkan kepala dan mulai membaca halaman pertama. Ternyata tidak ada apa-apa. Aku membaca halaman kedua.
“Mwo? 19 july 2010?”
Aku mulai membacanya dengan teliti.
            Dear diary,
Sebenarnya aku tidak tahu bagaimana perasaan ku saat ini. Aku sangat senang, sekaligus menyesal. Sudah 4 bulan aku kuliah, tapi sudah ada saja senior yang menyatakan cintanya pada ku. Hihi^^ betapa senangnya, tapi aku juga merasakan penyesalan L
“Ini diary.. Jung Min?”
Kalian tahu namja yang membuat hatiku berbunga-bunga? Yep!  Baek Dong Jun. dia sangat mahir dalam bidang musik, dia menyatakan cintanya padaku dengan bermain biola dihadapanku sepulang kuliah. Memberikan ku bunga dan memberikan ku gelang yang cantik. Tidak pernah aku mendapat gelang seperti ini dari seorang namja. Tapi hal yang aku sesali adalah, sebenarnya aku sudah menyukai seorang namja. Dia juga jago dalam hal musik, suaranya bagus, dia juga pintar memikat hati wanita, termasuk aku. Tapi sayang, dia tidak pernah melihat ku, dia tidak pernah sadar betapa aku mencintainya, dia tidak pernah…
“Hah! Curhatan macam apa ini? Baek Dong Jun, cih! Namja macam apa dia? Jago dalam musik? Aku juga jago, suaraku lebih Bagus!! Aku bisa bernyayi ballad dengan baik. Apa? Dia hanya bisa main biola! Aku bisa main piano, huft. Aku malas membaca curhatan wanita. Mungkin lain kali.”
Aku melempar buku itu ke laci disebelahku. Aku langsung tertidur dan berharap ada mimpi yang indah disana. Ya, ku harap.

Jung Min’s PoV
Bekerja sebagai penyiar radio tidaklah mudah. Aku selalu memeriksa bibirku setiap selesai siaran, mungkin saja bibirku menjadi bengkak. Bayangkan saja, aku berbicara selama 4 jam. Tidak sepenuhnya sih, tapi tetap saja capek.
Meski begitu, aku suka sekali bekerja menjadi penyiar radio. Bisa mendapat banyak teman, kadang aku mendpaat tamu dari luar negri, hii asik sekali bukan^^?. Tapi kali ini, aku sangat bosan. Entah mengapa aku selalu teringat akan sosok Baek Dong Jun. sudah lebih dari 5 bulan ia tidak memberi kabar. Kemana dia?
Aku mengiriminya e-mail lebih dari 10 kali per hari, aku sudah mencoba meneleponnya tapi nomer nya tidak bisa dihubungi. Apa lagi yang harus aku lakukan? Aku mencoba menghubungi keluarganya tapi mereka bilang mereka pun juga kehilangan info tentang Dong Jung oppa.
“Huft, Dong Jun oppa… kau dimana?”
Aku masih berada dalam ruangan ku, tapi masih memutar lagu-lagu untuk pendengar. Aku mengecek e-mail ku berkali-kali, tapi tidak ada jawaban. Aku juga tidak tahu Dong Jun Oppa pergi ke Amerika untuk apa. Jika untuk belajar, pastila ia sudah kembali ke Korea.
“Saranghanda… nae geudeye maneun… Saranghanda…
Nada dering handphone ku berbunyi.
“Yeoboseo.. Kyuhyun Oppa. Mwo? Kau kan bisa masak ramen sendiri! Mengapa harus aku? Aku sedang sibuk disini. Huft, aku pulang mungkin jam 8 malam. Aniya.. tidak usah menjemputku, aku bisa pulang naik taksi. Ne, annyeong..”
Dasar Kyuhyun Oppa! Mau makan ramen saja harus minta padaku. Hft, bayangkan jika aku tidak tinggal di Apartmentnya, mau jadi apa dia? Tapi.. bagaimana pun juga. Dialah namja pertama yang berhasil meluluhkan hati ku. Aku sudah mencintainya sejak SMA, tapi dia tidak pernah sadar. Sampai akhirnya Dong Jun Oppa menyatakan cintanya padaku, aku harus melupakan dia. Sebenarnya.. ada sedikit perasaan menyesal kala itu.
Tapi Dong Jun Oppa malah membuatku sedikit kecewa sekarang, ia malah tidak memberi kabar pada ku. Jangan kan padaku, pada keluarganya saja dia tidak memberi kabar.
“Dong Jun Oppa… kau kemana… aku merindukan mu.. aku rindu ocehanmu, aku rindu.. permainan biola mu”
Sekejap air mataku turun, memori beberapa bulan yang lalu kembali terulang. Saat aku kedinginan disaat hujan, saat aku pingsan dilapangan, saat aku.. ah sudahlah.
---
“Darimana saja kau Jung Min-ah? Kenapa kau tidak menjawab telfon ku? Aku mencemaskanmu!”
“Aku baru pulang kerja. Nada dering handphone ku terlalu kecil, maaf aku tidak mengangkatnya. Terima kasih sudah mencemaskan ku. Artinya kau sayang pada ku”
“Hei, duduk. Darimana kau? Apa kau lembur? Mana ada penyiar radio lembur? Lihatlah! Ini sudah tengah malam. Aku sudah mencarimu kemana-mana, tapi kau tidak ada. Kau sebenarnya kemana?” tanya Kyuhyun Oppa yang ada didepanku dengan nada sedikit melengking.
“Waeyo? Memangnya aku tidak boleh pulang telat?”
“Aniyo.. bukan begitu. Yeoja tidak boleh pulang malam-malam, apalagi sendirian”
Aku sedang tidak enak badan saat ini. Kenapa malah Kyuhyun Oppa mencoba membuatku makin sakit?
“Aih, Oppa.. anggap saja aku melanggar aturan mu sekali. Aku sungguh tidak enak badan. Mianhae aku.. ueekkk”
Aku langsung berlari ke toilet. Ada apa aku ini? Aku langsung memuntahkan apa yang ada dalam perutku. Aku merasa mual, tidak enak badan. Benar kata Kyuhyun, yeoja tidak boleh pulang malam-malam. Huft sepertinya aku terlalu banyak terkena udara dingin.
Terdengar langkah kaki menuju toilet ini.
Tok..Tok..Tok..
“Jung Min-ah.. waeyo? Ada apaa? Jung Min-ah.. apa kau baik-baik saja?”
Aku ingin menjawab Kyuhyun Oppa, tapi aku terus muntah dan merasa mual. Kepalaku pusing sekali, pandangan ku mulai buram.
“Jung Min-ah.. buka pintunyaaa…! Jung Min-ah, kau kenapa? Ayo buka pintunya. Jung Min-ah…”
Semakin lama aku makin merasakan pusing, pandanganku mulai buram, tapi darah. Terlihat darah keluar dari hidungku. Ada apa ini? Aku mencoba membersihkannya, sayang, tubuhku sudah tidak kuat menahan rasa sakit dikepala. Tanpa sadar, aku terjatuh dengan air keran yang masih mengalir di wastafel.
BRAAAKKKKK
“Jung Min-ah! Jung Min-ah! Ireona.. kau tidak apa? Jung Min-ah!”
Itulah kalimat terakhir yang aku dengar sebelum aku benar-benar tidak sadar.
---
Aku mencoba membuka mataku. Kepalaku masih sedikit terasa sakit. Aku mencoba menjernihkan pandangan ku. Mengapa seluruh ruangan ini putih? Disaat aku mencoba bangun, punggung ku terasa ringkih. Lemas sekali. Aku mencari Kyuhyun Oppa, dan ku dapat ia disebelahku. Ia tertidur dengan posisi duduk. Baru kusadari kalau aku berada di rumah sakit.
Aku mencoba mengambil handphone ku, aku mencoba menelepon Dong Jun Oppa, suaranya akan membuatku sedikit lebih baik. Berharap akan diangkat. Huft, nada sambung ini lama sekali, sampai…
“Yeoboseo?”
Terdengar suara yeoja diujung sana. Suaranya.. lembut sekali. Tapi, siapa dia?
“Annyeong…” kataku
Aku mulai berfikir yang tidak-tidak, jangan-jangan Dong Jun Oppa, sudah mempunyai.. yeoja lain? Ah aniya! Tidak mungkin. Dia janji dia sudah berjanji ingin kembali padaku dan hanya akan mencintaiku.
“Ah, Apakah aku terhubung dengan Baek Dong Jun?”
“Mwo? Baek Dong Jun? siapa ini?”
“Aku.. yeojachingu nya”
“Mwo? Yeojachingu?”
“Ne.. aku.. Lee Jung Min. apa ada Dong Jun Oppa disana?”
“…”
Tutt….Tuttt…Tut…
Aih, mengapa dimatikan? Siapa dia? Aduh, kepalaku makin terasa sakit karena pikiran ku yang sudah terlalu jauh. Baiklah, mungkin saja itu temannya yang tidak tahu kalau aku yeojachingunya. Baiklah-baiklah.
“Jung Min-ah, kau ini ya. Masih sakit sudah memikirkan si Dong Jun sialan itu.”
“Aih! Oppa, apa-apaan kau ini. Dia namja baik-baik.”
“Lalu.. kenapa kau menelfon nya?” tanya Kyuhyun Oppa sambil menguap layaknya orang bangun tidur.
“Aku.. merindukannya”
“Geurae? Hm, dengar ya. Kau terlalu baik padanya. Menurutku, kau jangan terlalu bersikap lembek, bersikaplah tegas sedikit. Kemana Dong Jun itu sekarang?”
Mendengar pertanyaan itu, aku langsung putus asa. Sepertinya memang benar kalau Dong Jun Oppa sudah mempunyai yeoja baru.
“Entahlah”
“Ah, sudah ku bilang. Mengapa kau tidak putus dengannya?”
“MWO?!! Kau gila ya? Aku mencintainya!”
“Geurae? Bagaimana jika ia tidak mencintaimu? Masih banyak namja yang cinta padamu”
“Siapa? Sok tahu!”
Dia hanya tertawa kecil dan memandangku tulus. Ku lihat kedua matanya yang sedikit merah. Apa semalam ia tidak tidur?
“Kyuhyun Oppa.. kau menemaniku dari semalam?”
“Ne, tentu saja”
“Apa kau.. tidak tidur?” tanyaku mencoba memperhatikannya
“Aku baru tidur 3 jam yang lalu. Tapi mendengarmu sedang menelfon si Dong Jun itu, aku langsung terbangun.”
“Gomawo Oppa, jika tidak ada kau.. mungkin aku sudah mati tadi malam”
“Ne, itulah gunanya aku. Kau selalu mengigau tentang Dong Jun. huh, kuping ku sampai panas mendengarnya. Sudah kau istirahat dulu.”
Aku hanya tertawa kecil. Setelah itu, Kyuhyun Oppa mulai memberiku berbagai lelucon konyol hasil pemikirannya haha. Dasar Cho Kyuhyun, bisa saja memikat hatiku, tunggu.. kenapa aku jadi mencintainya? Haha biarlah, bukannya sejak dulu aku memang menyukainya?

Dong Jun’s PoV
Aku memandang diriku sekali lagi didepan cermin. Aku makin bersalah melihat diriku sekarang. Aku benci hidupku yang sekarang, tapi harus bagaimana lagi? Inilah jalan hidup yang sudah aku pilih. Dulu aku tidak nyaman dengan diriku, tapi sekarang aku malah menyesalinya.
Setidaknya, aku sudah melakukan yang terbaik untuk diriku. Huft, hari ini aku akan mengunjungi seorang yeoja yang dulunya pernah membuatku bahagia dan sangat bahagia. Tapi aku merasa malu pada diriku sendiri. Aku takut ia tidak bsia menerimanya, ini pasti sangat sulit baginya.

Jung Min’s PoV
Sudah 2 minggu aku berada dirumah sakit. Kemarin, keluarga Kyuhyun Oppa datang menjenguk ku. Paman dan bibiku juga datang, hanya orang tua ku dan Dong Jun Oppa yang tidak datang. Padahal aku sangat membutuhkan mereka saat ini.
Kyuhyun Oppa mencoba bernyanyi dan membuatku tidak sedih lagi. Terlihat diwajahnya rasa cinta padaku. Huft, mungkinkah? Saat aku sedang seperti ini dia mencoba untuk tersenyum lalu seorang suster datang.
“Maaf, diluar ada wanita yang ingin bertemu dengan nona Lee, diperbolehkan masuk?” tanya suster itu. Kyuhyun Oppa pun langsung menjawab
“Siapa namanya?”
“Maaf, dia tidak bisa memberitahu identitasnya.”
“Suruh dia masuk”
“Ne”
Jawab suster itu dengan sekali anggukan. Tak lama, datanglah seorang yeoja dengan memakai dress hitam dan rambut sebahu. Dia terlihat.. cantik menurutku. Tapi tunggu, mengapa perasaan ku tidak enak? Aku.. merasa pernah kenal orang itu. Tapi aku saja baru mengenalya hari ini.
“Annyeong haseo..” katanya lembut
“Anyeong..” jawab ku dan Kyuhyun Oppa.
“Siapa kau?” tanya Kyuhyun oppa langsung
“Maaf, kau yang bernama Cho Kyuhyun?”
“Ne, Cho Kyuhyun imnida. Waeyo?”
“Bisakah kau keluar sebentar? Aku ada sedikit urusan dengan nona Jung Min”
“Mwo? Bagaimana bisa aku meninggalkan Jung Min? kami saja baru mengenal mu.”
“Tenang saja, aku ini orang baik-baik. Aku hanya ingin berbicara sebentar pada nona Jung Min. tidak akan lama, percayalah”
“Hei, dengar ya, aku tidak akan keluar. Siapa tahu kau melakukan hal jahat pada Jung Min?”
“Terserah kau kalau mau didalam. Tapi kumohon, jangan terlalu dekat pada kami berdua”
“Huft, baiklah. Setidaknya aku bisa melihat apa yang kau lakukan”
 Kyuhyun Oppa mulai menjauh. Sekarang, yeoja itu mendekati ku.
“Jung Min-ah, apakah kau masih mengingat ku?”
“Mwo? Kau bercanda ya? Agassi, harusnya aku yang bertanya. Kau siapa?”
“Sungguh kau tidak bisa mengingatku lagi, Jung Min-ah?”
“Mwo? Agassi. Kau tidak salah kamar kan?”
“Aniyo. Jung Min-ah, dengarkan aku. Mungkin ini sangat sulit bagimu, sangat sulit kau terima. Aku sudah menunda ini berbulan-bulan, dan.. mungkin kini saatnya aku harus menceritakan padamu.”
Yeoja yang ada didepanku kini mulai menangis.
“Agassi, waeyo?” tanya ku lembut
“Jung Min-ah, apakah kau mengingat Baek Dong Jun?”
Mataku langsung terbelalak mendengar nama itu. Tentu saja aku ingat.
“Ne, dia.. namjachingu ku. Waeyo? Apa kau datang untuk memberi kabar darinya?”
“Hei Agassi, dengar ya. Jangan membuat Jung Min ku sakit hati!” celoteh Kyuhyun sambil memakan apel.
“Jung Min-ah, apa kau masih mencintainya?”
“Ne, sangat. Aku amat sangat mencintainya. Waeyo?”
“Sampai detik ini?” kini air matanya mulai deras membasahi pipinya
“Ne!”
“Apa kau merindukannya?”
“Sangat, aku sangat merindukannya”
“Sebenarnya.. dia ada disini”
“MWO?!!”
“UHUKK UHUKK UHUKK HUEHEK HUEHEK” kyuhyun tersedak dengan apelnya. Lalu mulai memakannya lagi.
“Darimana kau tahu? Apa kau bercanda?”
“Tidak Jung Min-ah, dia ada disini sekarang”
Aku mulai senang mendengar kabar baik ini. Aku ingin sekali bertemu Baek Dong Jun.
“Agassi, bisakah kau memanggilkannya untuk ku?”
“Kau tidak perlu memanggilnya. Dia sudah datang sekarang”
“Dimana dia?”
“Dia ada diruangan ini Jung Min-ah”
Aku langsung terperanjat bingung dan mulai mencari sosok Dong Jun Oppa. Mana? Dimana dia? Apakah dia mengumpat? Tidak mungkin! Ruangan ini hanya diisi oleh kami bertiga.
“Mana? Dimana?”
“Dia ada didepan mu dan sedang berbicara padamu sekarang Jung Min-ah”
Mata ku semakin terbelalak dan merasa kaget. Apa maksudnya? Aku semakin bingung.
“Agassi, itu kau. Bukan Dong Jun”
“Jung Min-ah.. mianhae. Jeongmal mianhae Jung Min-ah…”
“Waeyo?”
“Aku lah Baek Dong Jun”
“UHUKK,, HUEHUUUKK HUEHEHEHEHEKKKKKKK UEKK” Kyuhyun pun tersedak lagi
“Mwo? Apa maksudnya? Aku masih belum mengerti”
“Jeongmal Mianhae Jung Min-ah, setahun lalu aku benci hidupku. Aku tidak nyaman dengan diriku, saat itu aku frustasi dan memutuskan menjadi… menjadi seorang wanita. Aku melakukan operasi kelamin saat itu. Jeongmal mianhae Jung Min-ah..” jujurnya dengan air mata
Aku bungkam seribu bahasa. Apa dia berbohong? Tuhan, aku mohon ini hanya mimpi. Aku mohon dia berbohong, Tuhan tolong jelaskan padaku sekarang apa maksudnya ini? Apa Dong Jun ku sudah berubah menjadi wanita? Apa ia hanya berbohong? Tuhan… aku mohon jelaskan lahh…
Detak jantung ku mulai berdegup tak karuan. Bagaikan naik roller coaster 100000km/jam entahlah. Aku merasa was was.
“A..A…kau jangan bercanda Agassi. Baek Dong Jun seorang namja, bukan yeoja”
“Tapi dia sudah menjadi yeoja sekarang. Aku kesini.. ingin meminta maaf. Aku tahu ini sangat berat untuk mu. Kedatangan ku kesini… ingin bertanya padamu. Apakah kau tetap melanjutkan hubungan kita atau..
“PEMBOHONG! PENGKHIANAT! BAJINGAN KAU! DASAR NAMJA PEMBOHONG!”
“Jeongmal Mianhae Jung Min-ah”
Amarah ku mulai memuncak. Aku bingung harus berbicara apa. Aku seperti benang kusut yang susah untuk dikembalikan. Hatiku, perasaanku, serta cintaku pada Dong Jun Oppa langsung hancur seketika mendengar penjelasannya. Bukan seperti ditusuk lagi. Rasanya… entahlah lebih sakit dari apapun.
“Pergi kau sialan.  Kau tahu? Selama satu tahun lebih aku menunggu seorang BAEK DONG JUN! Untuk apa? Ha? Dia berjanji ingin menikahiku sepulang dari Amerika! Dia janji…
Dadaku terasa sesak sekarang, seluruh oksigen di ruangan ini serasa diambil alih dan tidak tersisakan sedikit pun untuk ku.
“Dan dia janji.. akan membuatku bahagia. Kemana kau Baek Dong Jun? mana janjimu? Kemana kau saat ku kirim beribu e-mail yang telah menjadi sampah? Ha? Kemanaa?? Kau tahu? Aku masuk rumah sakit hanya karena kau! Aku lelah memikirkanmu, aku ingin kau kembali dan memeluk ku hangat seperti dulu. Tapi kau.. kau malah.. ARGH! KAU PEMBOHONG BESAR BAEK DONG JUN”
“Jeongmal Mianhae Jung Min-ah.. Jeongmal Mianhae”
“Hei kau manusia transgender sudah aku bilang. Jangan membuat Jung Min ku menangis! Kau tidak dengar ya. Jung Min-ah, tenang lah”
Kyuhyun Oppa langsung memelukku. Aku langsung menangis dipelukannya. Tak henti-hentinya aku menyesal dan mencoba sabar. Tapi sia-sia! Sia-sia!
“Jangan tanya aku lagi untuk melanjutkan hubungan ini atau tidak. Aku tidak akan pernah menerima mu, dan melanjutkan hubungan ini dengan mu! Sekalipun kau berubah menjadi namja lagi. Kau pembohong, cepat pergi! Sebelum, aku…”
DUG
Kyuhyun melontarkan tonjokan kasar di pipi Dong Jun yang baru. Semua yang ia lakukan hanya membuat orang lain sakit hati! Termasuk aku. Apakah dia lupa, ia masih memiliki yeojachingu?
“Tonjoklah aku sesekuamu Kyuhyu-ssi, aku pantas mendapatkan ini. Teruskanlah”
“Kau Brengsek! Dengar ya, jika aku bisa membunuh mu, ku bunuh kau sekarang! Apa yang kau pikir? KAU GILA! BERTAHUN-TAHUN AKU MEMENDAM PERASAAN INI. AKU MENCITAI SEORANG LEE JUNG MIN! TAPI AKHIRNYA DIA MALAH BERSAMA KAU! DAN KAU! MALAH MENYAKITI, MENGHANCURKAN HATI JUNG MIN!! APA MAUNYA KAU? HAHH?? KATAKAAN!!!!!!”
“Kyuhyun-ssi, hidupku sangat berliku saat ini. Aku menyesal telah melakukan ini. Sungguh menyesal. Kau boleh ambil Jung Min sekarang. Cintailah dia sepenuh hati, jagalah dia dan buatlah ia nyaman. Jangan kau buat dia menderita layaknya aku”
“Kyuhyun Oppa! Biarkan dia pergi, aku muak mendengar suaranya, melihat wajahnya! Biarkan dia pergi. Hei Dong Jun, aku tak peduli seberapa liku hidup mu. Pergi sekarang, pergiiiii!!!!!”
Kyuhyun Oppa segera melepaskan Dong Jun, sedangkan Dong Jun langsung berjalan keluar dan menutup pintu kamar. Tuhan.. kenapa bencana selalu datang kepada ku? Astaga.. bagaimana bisa manusia biasa seperti aku menerima seorang transgender sebagai pacarku? Tidak kah ia berfikir bahwa aku lebih menderita dibanding dia?
Kyuhun Oppa langsung memeluk ku dan mencium kening ku. Dia menatapku lurus, dan tulus.
“Jung Min-ah, maukah kau menjadi pacarku”
“Amat sangat ingin. Kau tahu? Sebelum aku berpacaran dengan Dong Jun, aku selalu menunggu mu agar kau menyatakan cinta pada ku. Tapi.. kau tak pernah menyatakannya. Sejak Dong Jun datang, aku mulai melupakan mu”
“Saranghae Jung Min-ah”
“Nado Saranghae”
Meskipun aku masih shock, aku mencoba langsung melupakan kejadian tadi. Tuhan.. ku harap hidupku dengan Kyuhyun Oppa akan lebih baik.
---
Saat ini, aku dan Kyuhyun Oppa berada disebuah makam yang indah. Sebenarnya aku masih sakit hati karena insiden satu tahun lalu. Tapi.. aku mencoba ikhlas untuk memaafkan seorang Baek Dong Jun. aku dan Kyuhyun Oppa sudah menikah, dan Dong Jun, meninggal karena kecelakaan satu bulan yang lalu.
Aku berdoa pada Tuhan, semoga apa yang ia lakukan dan dosa-dosanya diampuni. Serta ia bisa tenang di alam sana.
“Meskipun kau sudah menjadi seorang yeoja, aku akan tetap mengenang mu sebagai seorang Baek Dong Jun.  Gomawo Baek Dong Jun, telah membuat hidupku berarti. Terimakasih untuk semuanya, Baek Dong Jun.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar