------------------------------------------------------------------------------------------------------------
DEG
Memori itu
kembali terulang. Masih teringat ketika seorang Lee Jung Min ternyata mempunyai namja baru yang bernama
Baek Dong Jun. huft, aku sangat tidak tega saat itu, malahan sampai sekarang.
Dua tahun yang lalu, Dong Jun menyatakan
cintanya pada Jung Min, padahal satu menit sebelum ia menyatakan cintanya, aku
sudah membawa bunga mawar untuk Jung
Min. tapi kondisi itu tidak memungkinkan ku untuk menyatakan cinta.
Jung Min
sebenarnya teman SMA ku dulu, tapi orang tua nya sudah meninggal sejak dia
masuk SMA. Sedangkan aku tinggal di apartment yang tidak terlalu mewah, sejak
saat itu, Orang tua Jung Min menitipkan surat bahwa mereka menitipkan Jung Min
padaku. Sampailah, pada saat ini kami selalu tinggal bersama. Tapi entah
bagaimana, Jung Min menganggap ku kakak kandungnya sendiri.
Tapi.. aku
tidak pernah rela jika ia menganggap ku sebagai kakak, karena aku ingin menjadi
pacarnya! Dan.. bagaimana rasanya jika kalian tinggal selama bertahun-tahun dan
mengetahui orang itu sudah punya pacar dan kekasihnya selalu datang ke
apartment kalian? Cih..! menjijikan. Tapi sejak satu tahun yang lalu, Dong Jun
pergi ke Amerika entah untuk apa. Aku merasa senang sekali mendengarnya. Tapi
sayangnya, Jung Min tidak senang dan selalu sedih.
“Kyuhyun
oppa! Kau diam saja sejak tadi. Ayo bantu merapikan apartment mu ini. Sudah
berdebu, dan banyak sekali sampah! Kajja!”
“Haih..
yeoja ini. Tunggulah sebentar, aku sedang…hm.. bingung”
“Bingung
kenapa? Ayo cepat! Setelah ini anatarkan aku ke supermarket. Baru aku masak
makanan western untukmu!”
“Baiklah”
Aku berhenti
melamun disofa. Segera bangkit dan membantu Jung Min ku ini. Aku ingin
bersenang-senang dengannya hari ini.
“Mana yang
harus aku bereskan?”
“Itu! Kau
kumpulkan buku-buku lama mu. Masukan ke box itu. Nanti simpan saja digudang”
“jangan
simpan digudang! Hm, kalau kita bawa ke rumah orang tuaku bagaimana?”
“Terserah
kau” katanya dibalik maskernya itu. Dia terlihat cantik.
Aku
merapikan buku-buku lama ku. Sebenarnya ini buku Jung Min juga. Sesekali aku
menengok ke belakang, memandang Jung Min yang sedang membersihkan lemari
beserta isinya yang berdebu itu. Saat aku merapikan buku…
“Buku apa
ini?” gumamku kecil.
Buku itu
seperti diary, tapi aku tidak pernah menulis diary. Milik siapa ini? Ah nanti
saja aku bacanya.
Setelah
merapikan buku, aku dan Jung Min berbagi tugas lagi. Aku mencuci piring, ia mengelap kaca dan merapikan bagian yang
lainnya. Ia menyapu, aku mengepel. Sesekali aku memberinya lelucon agar ia
tertawa, atau terkadang aku bernyanyi agar ia senang.
“Huft!! Jung
Min-ah, aku lelah sekali. Kau yakin di kulkas sudah tidak ada lagi persediaan
makanan?”
“Tidak ada.
Hm kebetulan kemarin aku sudah gajian, ayo kita ke supermarket”
“Sabarlah.
Aku baru saja merebahkan tubuhku disofa”
“Hei! Ayo
cepattt, semakin lama kau mengantar ku, semakin lama aku memasaknya.”
“Ne~”
---
Hari ini sangatlah
melelahkan, berbagai macam kegiatan sudah ku lakukan. Tepatnya bersama Jung Min
ku sayang^^! Haha. Ingin sekali aku berkata itu padanya. Tapi, ahh sudahlah
seharusnya aku sadar.
Aku masuk ke
kamar Jung Min. ia sudah lelap dibalik selimut hangatnya. Aku hanya bisa
tersenyum dan mengucapkan selamat malam, meskipun ia tidak mendengarnya. Aku
kembali ke kamar, tiba-tiba saja aku teringat sesuatu…. DIARY!
Aku
merebahkan tubuhku di kasur kesukaan ku yang empuk ini. Menyenderkan kepala dan
mulai membaca halaman pertama. Ternyata tidak ada apa-apa. Aku membaca halaman
kedua.
“Mwo? 19
july 2010?”
Aku mulai
membacanya dengan teliti.
Dear diary,
Sebenarnya aku tidak
tahu bagaimana perasaan ku saat ini. Aku sangat senang, sekaligus menyesal.
Sudah 4 bulan aku kuliah, tapi sudah ada saja senior yang menyatakan cintanya
pada ku. Hihi^^ betapa senangnya, tapi aku juga merasakan penyesalan L
“Ini diary.. Jung Min?”
Kalian tahu namja yang
membuat hatiku berbunga-bunga? Yep! Baek
Dong Jun. dia sangat mahir dalam bidang musik, dia menyatakan cintanya padaku
dengan bermain biola dihadapanku sepulang kuliah. Memberikan ku bunga dan
memberikan ku gelang yang cantik. Tidak pernah aku mendapat gelang seperti ini
dari seorang namja. Tapi hal yang aku sesali adalah, sebenarnya aku sudah
menyukai seorang namja. Dia juga jago dalam hal musik, suaranya bagus, dia juga
pintar memikat hati wanita, termasuk aku. Tapi sayang, dia tidak pernah melihat
ku, dia tidak pernah sadar betapa aku mencintainya, dia tidak pernah…
“Hah! Curhatan
macam apa ini? Baek Dong Jun, cih! Namja macam apa dia? Jago dalam musik? Aku
juga jago, suaraku lebih Bagus!! Aku bisa bernyayi ballad dengan baik. Apa? Dia
hanya bisa main biola! Aku bisa main piano, huft. Aku malas membaca curhatan
wanita. Mungkin lain kali.”
Aku melempar
buku itu ke laci disebelahku. Aku langsung tertidur dan berharap ada mimpi yang
indah disana. Ya, ku harap.
Jung Min’s
PoV
Bekerja
sebagai penyiar radio tidaklah mudah. Aku selalu memeriksa bibirku setiap
selesai siaran, mungkin saja bibirku menjadi bengkak. Bayangkan saja, aku
berbicara selama 4 jam. Tidak sepenuhnya sih, tapi tetap saja capek.
Meski
begitu, aku suka sekali bekerja menjadi penyiar radio. Bisa mendapat banyak
teman, kadang aku mendpaat tamu dari luar negri, hii asik sekali bukan^^?. Tapi
kali ini, aku sangat bosan. Entah mengapa aku selalu teringat akan sosok Baek
Dong Jun. sudah lebih dari 5 bulan ia tidak memberi kabar. Kemana dia?
Aku
mengiriminya e-mail lebih dari 10 kali per hari, aku sudah mencoba meneleponnya
tapi nomer nya tidak bisa dihubungi. Apa lagi yang harus aku lakukan? Aku
mencoba menghubungi keluarganya tapi mereka bilang mereka pun juga kehilangan
info tentang Dong Jung oppa.
“Huft, Dong
Jun oppa… kau dimana?”
Aku masih
berada dalam ruangan ku, tapi masih memutar lagu-lagu untuk pendengar. Aku
mengecek e-mail ku berkali-kali, tapi tidak ada jawaban. Aku juga tidak tahu
Dong Jun Oppa pergi ke Amerika untuk apa. Jika untuk belajar, pastila ia sudah
kembali ke Korea.
“Saranghanda… nae geudeye maneun… Saranghanda…
Nada dering
handphone ku berbunyi.
“Yeoboseo..
Kyuhyun Oppa. Mwo? Kau kan bisa masak ramen sendiri! Mengapa harus aku? Aku
sedang sibuk disini. Huft, aku pulang mungkin jam 8 malam. Aniya.. tidak usah
menjemputku, aku bisa pulang naik taksi. Ne, annyeong..”
Dasar
Kyuhyun Oppa! Mau makan ramen saja harus minta padaku. Hft, bayangkan jika aku
tidak tinggal di Apartmentnya, mau jadi apa dia? Tapi.. bagaimana pun juga.
Dialah namja pertama yang berhasil meluluhkan hati ku. Aku sudah mencintainya
sejak SMA, tapi dia tidak pernah sadar. Sampai akhirnya Dong Jun Oppa
menyatakan cintanya padaku, aku harus melupakan dia. Sebenarnya.. ada sedikit
perasaan menyesal kala itu.
Tapi Dong
Jun Oppa malah membuatku sedikit kecewa sekarang, ia malah tidak memberi kabar
pada ku. Jangan kan padaku, pada keluarganya saja dia tidak memberi kabar.
“Dong Jun
Oppa… kau kemana… aku merindukan mu.. aku rindu ocehanmu, aku rindu.. permainan
biola mu”
Sekejap air
mataku turun, memori beberapa bulan yang lalu kembali terulang. Saat aku
kedinginan disaat hujan, saat aku pingsan dilapangan, saat aku.. ah sudahlah.
---
“Darimana
saja kau Jung Min-ah? Kenapa kau tidak menjawab telfon ku? Aku mencemaskanmu!”
“Aku baru
pulang kerja. Nada dering handphone ku terlalu kecil, maaf aku tidak
mengangkatnya. Terima kasih sudah mencemaskan ku. Artinya kau sayang pada ku”
“Hei, duduk.
Darimana kau? Apa kau lembur? Mana ada penyiar radio lembur? Lihatlah! Ini
sudah tengah malam. Aku sudah mencarimu kemana-mana, tapi kau tidak ada. Kau
sebenarnya kemana?” tanya Kyuhyun Oppa yang ada didepanku dengan nada sedikit
melengking.
“Waeyo?
Memangnya aku tidak boleh pulang telat?”
“Aniyo..
bukan begitu. Yeoja tidak boleh pulang malam-malam, apalagi sendirian”
Aku sedang
tidak enak badan saat ini. Kenapa malah Kyuhyun Oppa mencoba membuatku makin
sakit?
“Aih, Oppa..
anggap saja aku melanggar aturan mu sekali. Aku sungguh tidak enak badan.
Mianhae aku.. ueekkk”
Aku langsung
berlari ke toilet. Ada apa aku ini? Aku langsung memuntahkan apa yang ada dalam
perutku. Aku merasa mual, tidak enak badan. Benar kata Kyuhyun, yeoja tidak
boleh pulang malam-malam. Huft sepertinya aku terlalu banyak terkena udara
dingin.
Terdengar
langkah kaki menuju toilet ini.
Tok..Tok..Tok..
“Jung
Min-ah.. waeyo? Ada apaa? Jung Min-ah.. apa kau baik-baik saja?”
Aku ingin
menjawab Kyuhyun Oppa, tapi aku terus muntah dan merasa mual. Kepalaku pusing
sekali, pandangan ku mulai buram.
“Jung
Min-ah.. buka pintunyaaa…! Jung Min-ah, kau kenapa? Ayo buka pintunya. Jung
Min-ah…”
Semakin lama
aku makin merasakan pusing, pandanganku mulai buram, tapi darah. Terlihat darah
keluar dari hidungku. Ada apa ini? Aku mencoba membersihkannya, sayang, tubuhku
sudah tidak kuat menahan rasa sakit dikepala. Tanpa sadar, aku terjatuh dengan
air keran yang masih mengalir di wastafel.
BRAAAKKKKK
“Jung
Min-ah! Jung Min-ah! Ireona.. kau tidak apa? Jung Min-ah!”
Itulah
kalimat terakhir yang aku dengar sebelum aku benar-benar tidak sadar.
---
Aku mencoba
membuka mataku. Kepalaku masih sedikit terasa sakit. Aku mencoba menjernihkan
pandangan ku. Mengapa seluruh ruangan ini putih? Disaat aku mencoba bangun,
punggung ku terasa ringkih. Lemas sekali. Aku mencari Kyuhyun Oppa, dan ku
dapat ia disebelahku. Ia tertidur dengan posisi duduk. Baru kusadari kalau aku
berada di rumah sakit.
Aku mencoba
mengambil handphone ku, aku mencoba menelepon Dong Jun Oppa, suaranya akan
membuatku sedikit lebih baik. Berharap akan diangkat. Huft, nada sambung ini
lama sekali, sampai…
“Yeoboseo?”
Terdengar
suara yeoja diujung sana. Suaranya.. lembut sekali. Tapi, siapa dia?
“Annyeong…”
kataku
Aku mulai
berfikir yang tidak-tidak, jangan-jangan Dong Jun Oppa, sudah mempunyai.. yeoja
lain? Ah aniya! Tidak mungkin. Dia janji dia sudah berjanji ingin kembali
padaku dan hanya akan mencintaiku.
“Ah, Apakah
aku terhubung dengan Baek Dong Jun?”
“Mwo? Baek
Dong Jun? siapa ini?”
“Aku..
yeojachingu nya”
“Mwo?
Yeojachingu?”
“Ne.. aku..
Lee Jung Min. apa ada Dong Jun Oppa disana?”
“…”
Tutt….Tuttt…Tut…
Aih, mengapa
dimatikan? Siapa dia? Aduh, kepalaku makin terasa sakit karena pikiran ku yang
sudah terlalu jauh. Baiklah, mungkin saja itu temannya yang tidak tahu kalau
aku yeojachingunya. Baiklah-baiklah.
“Jung
Min-ah, kau ini ya. Masih sakit sudah memikirkan si Dong Jun sialan itu.”
“Aih! Oppa,
apa-apaan kau ini. Dia namja baik-baik.”
“Lalu..
kenapa kau menelfon nya?” tanya Kyuhyun Oppa sambil menguap layaknya orang
bangun tidur.
“Aku..
merindukannya”
“Geurae? Hm,
dengar ya. Kau terlalu baik padanya. Menurutku, kau jangan terlalu bersikap
lembek, bersikaplah tegas sedikit. Kemana Dong Jun itu sekarang?”
Mendengar
pertanyaan itu, aku langsung putus asa. Sepertinya memang benar kalau Dong Jun
Oppa sudah mempunyai yeoja baru.
“Entahlah”
“Ah, sudah
ku bilang. Mengapa kau tidak putus dengannya?”
“MWO?!! Kau
gila ya? Aku mencintainya!”
“Geurae?
Bagaimana jika ia tidak mencintaimu? Masih banyak namja yang cinta padamu”
“Siapa? Sok
tahu!”
Dia hanya
tertawa kecil dan memandangku tulus. Ku lihat kedua matanya yang sedikit merah.
Apa semalam ia tidak tidur?
“Kyuhyun
Oppa.. kau menemaniku dari semalam?”
“Ne, tentu
saja”
“Apa kau..
tidak tidur?” tanyaku mencoba memperhatikannya
“Aku baru
tidur 3 jam yang lalu. Tapi mendengarmu sedang menelfon si Dong Jun itu, aku
langsung terbangun.”
“Gomawo
Oppa, jika tidak ada kau.. mungkin aku sudah mati tadi malam”
“Ne, itulah
gunanya aku. Kau selalu mengigau tentang Dong Jun. huh, kuping ku sampai panas
mendengarnya. Sudah kau istirahat dulu.”
Aku hanya
tertawa kecil. Setelah itu, Kyuhyun Oppa mulai memberiku berbagai lelucon
konyol hasil pemikirannya haha. Dasar Cho Kyuhyun, bisa saja memikat hatiku,
tunggu.. kenapa aku jadi mencintainya? Haha biarlah, bukannya sejak dulu aku
memang menyukainya?
Dong Jun’s
PoV
Aku
memandang diriku sekali lagi didepan cermin. Aku makin bersalah melihat diriku
sekarang. Aku benci hidupku yang sekarang, tapi harus bagaimana lagi? Inilah
jalan hidup yang sudah aku pilih. Dulu aku tidak nyaman dengan diriku, tapi
sekarang aku malah menyesalinya.
Setidaknya,
aku sudah melakukan yang terbaik untuk diriku. Huft, hari ini aku akan
mengunjungi seorang yeoja yang dulunya pernah membuatku bahagia dan sangat
bahagia. Tapi aku merasa malu pada diriku sendiri. Aku takut ia tidak bsia
menerimanya, ini pasti sangat sulit baginya.
Jung Min’s
PoV
Sudah 2
minggu aku berada dirumah sakit. Kemarin, keluarga Kyuhyun Oppa datang
menjenguk ku. Paman dan bibiku juga datang, hanya orang tua ku dan Dong Jun
Oppa yang tidak datang. Padahal aku sangat membutuhkan mereka saat ini.
Kyuhyun Oppa
mencoba bernyanyi dan membuatku tidak sedih lagi. Terlihat diwajahnya rasa
cinta padaku. Huft, mungkinkah? Saat aku sedang seperti ini dia mencoba untuk
tersenyum lalu seorang suster datang.
“Maaf,
diluar ada wanita yang ingin bertemu dengan nona Lee, diperbolehkan masuk?”
tanya suster itu. Kyuhyun Oppa pun langsung menjawab
“Siapa
namanya?”
“Maaf, dia
tidak bisa memberitahu identitasnya.”
“Suruh dia
masuk”
“Ne”
Jawab suster
itu dengan sekali anggukan. Tak lama, datanglah seorang yeoja dengan memakai
dress hitam dan rambut sebahu. Dia terlihat.. cantik menurutku. Tapi tunggu,
mengapa perasaan ku tidak enak? Aku.. merasa pernah kenal orang itu. Tapi aku
saja baru mengenalya hari ini.
“Annyeong
haseo..” katanya lembut
“Anyeong..”
jawab ku dan Kyuhyun Oppa.
“Siapa kau?”
tanya Kyuhyun oppa langsung
“Maaf, kau
yang bernama Cho Kyuhyun?”
“Ne, Cho
Kyuhyun imnida. Waeyo?”
“Bisakah kau
keluar sebentar? Aku ada sedikit urusan dengan nona Jung Min”
“Mwo?
Bagaimana bisa aku meninggalkan Jung Min? kami saja baru mengenal mu.”
“Tenang
saja, aku ini orang baik-baik. Aku hanya ingin berbicara sebentar pada nona
Jung Min. tidak akan lama, percayalah”
“Hei, dengar
ya, aku tidak akan keluar. Siapa tahu kau melakukan hal jahat pada Jung Min?”
“Terserah
kau kalau mau didalam. Tapi kumohon, jangan terlalu dekat pada kami berdua”
“Huft,
baiklah. Setidaknya aku bisa melihat apa yang kau lakukan”
Kyuhyun Oppa mulai menjauh. Sekarang, yeoja
itu mendekati ku.
“Jung
Min-ah, apakah kau masih mengingat ku?”
“Mwo? Kau
bercanda ya? Agassi, harusnya aku yang bertanya. Kau siapa?”
“Sungguh kau
tidak bisa mengingatku lagi, Jung Min-ah?”
“Mwo?
Agassi. Kau tidak salah kamar kan?”
“Aniyo. Jung
Min-ah, dengarkan aku. Mungkin ini sangat sulit bagimu, sangat sulit kau
terima. Aku sudah menunda ini berbulan-bulan, dan.. mungkin kini saatnya aku harus
menceritakan padamu.”
Yeoja yang
ada didepanku kini mulai menangis.
“Agassi,
waeyo?” tanya ku lembut
“Jung
Min-ah, apakah kau mengingat Baek Dong Jun?”
Mataku
langsung terbelalak mendengar nama itu. Tentu saja aku ingat.
“Ne, dia..
namjachingu ku. Waeyo? Apa kau datang untuk memberi kabar darinya?”
“Hei Agassi,
dengar ya. Jangan membuat Jung Min ku sakit hati!” celoteh Kyuhyun sambil
memakan apel.
“Jung
Min-ah, apa kau masih mencintainya?”
“Ne, sangat.
Aku amat sangat mencintainya. Waeyo?”
“Sampai detik
ini?” kini air matanya mulai deras membasahi pipinya
“Ne!”
“Apa kau
merindukannya?”
“Sangat, aku
sangat merindukannya”
“Sebenarnya..
dia ada disini”
“MWO?!!”
“UHUKK UHUKK
UHUKK HUEHEK HUEHEK” kyuhyun tersedak dengan apelnya. Lalu mulai memakannya
lagi.
“Darimana
kau tahu? Apa kau bercanda?”
“Tidak Jung
Min-ah, dia ada disini sekarang”
Aku mulai
senang mendengar kabar baik ini. Aku ingin sekali bertemu Baek Dong Jun.
“Agassi,
bisakah kau memanggilkannya untuk ku?”
“Kau tidak
perlu memanggilnya. Dia sudah datang sekarang”
“Dimana
dia?”
“Dia ada
diruangan ini Jung Min-ah”
Aku langsung
terperanjat bingung dan mulai mencari sosok Dong Jun Oppa. Mana? Dimana dia?
Apakah dia mengumpat? Tidak mungkin! Ruangan ini hanya diisi oleh kami bertiga.
“Mana?
Dimana?”
“Dia ada
didepan mu dan sedang berbicara padamu sekarang Jung Min-ah”
Mata ku
semakin terbelalak dan merasa kaget. Apa maksudnya? Aku semakin bingung.
“Agassi, itu
kau. Bukan Dong Jun”
“Jung
Min-ah.. mianhae. Jeongmal mianhae Jung Min-ah…”
“Waeyo?”
“Aku lah
Baek Dong Jun”
“UHUKK,,
HUEHUUUKK HUEHEHEHEHEKKKKKKK UEKK” Kyuhyun pun tersedak lagi
“Mwo? Apa
maksudnya? Aku masih belum mengerti”
“Jeongmal
Mianhae Jung Min-ah, setahun lalu aku benci hidupku. Aku tidak nyaman dengan
diriku, saat itu aku frustasi dan memutuskan menjadi… menjadi seorang wanita.
Aku melakukan operasi kelamin saat itu. Jeongmal mianhae Jung Min-ah..”
jujurnya dengan air mata
Aku bungkam
seribu bahasa. Apa dia berbohong? Tuhan, aku mohon ini hanya mimpi. Aku mohon
dia berbohong, Tuhan tolong jelaskan padaku sekarang apa maksudnya ini? Apa
Dong Jun ku sudah berubah menjadi wanita? Apa ia hanya berbohong? Tuhan… aku
mohon jelaskan lahh…
Detak
jantung ku mulai berdegup tak karuan. Bagaikan naik roller coaster 100000km/jam
entahlah. Aku merasa was was.
“A..A…kau
jangan bercanda Agassi. Baek Dong Jun seorang namja, bukan yeoja”
“Tapi dia
sudah menjadi yeoja sekarang. Aku kesini.. ingin meminta maaf. Aku tahu ini
sangat berat untuk mu. Kedatangan ku kesini… ingin bertanya padamu. Apakah kau
tetap melanjutkan hubungan kita atau..
“PEMBOHONG!
PENGKHIANAT! BAJINGAN KAU! DASAR NAMJA PEMBOHONG!”
“Jeongmal
Mianhae Jung Min-ah”
Amarah ku
mulai memuncak. Aku bingung harus berbicara apa. Aku seperti benang kusut yang
susah untuk dikembalikan. Hatiku, perasaanku, serta cintaku pada Dong Jun Oppa
langsung hancur seketika mendengar penjelasannya. Bukan seperti ditusuk lagi.
Rasanya… entahlah lebih sakit dari apapun.
“Pergi kau
sialan. Kau tahu? Selama satu tahun
lebih aku menunggu seorang BAEK DONG JUN! Untuk apa? Ha? Dia berjanji ingin
menikahiku sepulang dari Amerika! Dia janji…
Dadaku
terasa sesak sekarang, seluruh oksigen di ruangan ini serasa diambil alih dan
tidak tersisakan sedikit pun untuk ku.
“Dan dia
janji.. akan membuatku bahagia. Kemana kau Baek Dong Jun? mana janjimu? Kemana
kau saat ku kirim beribu e-mail yang telah menjadi sampah? Ha? Kemanaa?? Kau
tahu? Aku masuk rumah sakit hanya karena kau! Aku lelah memikirkanmu, aku ingin
kau kembali dan memeluk ku hangat seperti dulu. Tapi kau.. kau malah.. ARGH!
KAU PEMBOHONG BESAR BAEK DONG JUN”
“Jeongmal
Mianhae Jung Min-ah.. Jeongmal Mianhae”
“Hei kau
manusia transgender sudah aku bilang.
Jangan membuat Jung Min ku menangis! Kau tidak dengar ya. Jung Min-ah, tenang
lah”
Kyuhyun Oppa
langsung memelukku. Aku langsung menangis dipelukannya. Tak henti-hentinya aku
menyesal dan mencoba sabar. Tapi sia-sia! Sia-sia!
“Jangan
tanya aku lagi untuk melanjutkan hubungan ini atau tidak. Aku tidak akan pernah
menerima mu, dan melanjutkan hubungan ini dengan mu! Sekalipun kau berubah
menjadi namja lagi. Kau pembohong, cepat pergi! Sebelum, aku…”
DUG
Kyuhyun
melontarkan tonjokan kasar di pipi Dong Jun yang baru. Semua yang ia lakukan
hanya membuat orang lain sakit hati! Termasuk aku. Apakah dia lupa, ia masih
memiliki yeojachingu?
“Tonjoklah
aku sesekuamu Kyuhyu-ssi, aku pantas mendapatkan ini. Teruskanlah”
“Kau Brengsek! Dengar ya, jika aku bisa
membunuh mu, ku bunuh kau sekarang! Apa yang kau pikir? KAU GILA!
BERTAHUN-TAHUN AKU MEMENDAM PERASAAN INI. AKU MENCITAI SEORANG LEE JUNG MIN!
TAPI AKHIRNYA DIA MALAH BERSAMA KAU! DAN KAU! MALAH MENYAKITI, MENGHANCURKAN
HATI JUNG MIN!! APA MAUNYA KAU? HAHH?? KATAKAAN!!!!!!”
“Kyuhyun-ssi,
hidupku sangat berliku saat ini. Aku menyesal telah melakukan ini. Sungguh
menyesal. Kau boleh ambil Jung Min sekarang. Cintailah dia sepenuh hati,
jagalah dia dan buatlah ia nyaman. Jangan kau buat dia menderita layaknya aku”
“Kyuhyun
Oppa! Biarkan dia pergi, aku muak mendengar suaranya, melihat wajahnya! Biarkan
dia pergi. Hei Dong Jun, aku tak peduli seberapa liku hidup mu. Pergi sekarang,
pergiiiii!!!!!”
Kyuhyun Oppa
segera melepaskan Dong Jun, sedangkan Dong Jun langsung berjalan keluar dan
menutup pintu kamar. Tuhan.. kenapa bencana selalu datang kepada ku? Astaga..
bagaimana bisa manusia biasa seperti aku menerima seorang transgender sebagai
pacarku? Tidak kah ia berfikir bahwa aku lebih menderita dibanding dia?
Kyuhun Oppa
langsung memeluk ku dan mencium kening ku. Dia menatapku lurus, dan tulus.
“Jung
Min-ah, maukah kau menjadi pacarku”
“Amat sangat
ingin. Kau tahu? Sebelum aku berpacaran dengan Dong Jun, aku selalu menunggu mu
agar kau menyatakan cinta pada ku. Tapi.. kau tak pernah menyatakannya. Sejak
Dong Jun datang, aku mulai melupakan mu”
“Saranghae
Jung Min-ah”
“Nado
Saranghae”
Meskipun aku
masih shock, aku mencoba langsung melupakan kejadian tadi. Tuhan.. ku harap
hidupku dengan Kyuhyun Oppa akan lebih baik.
---
Saat ini,
aku dan Kyuhyun Oppa berada disebuah makam yang indah. Sebenarnya aku masih
sakit hati karena insiden satu tahun lalu. Tapi.. aku mencoba ikhlas untuk
memaafkan seorang Baek Dong Jun. aku dan Kyuhyun Oppa sudah menikah, dan Dong
Jun, meninggal karena kecelakaan satu bulan yang lalu.
Aku berdoa
pada Tuhan, semoga apa yang ia lakukan dan dosa-dosanya diampuni. Serta ia bisa
tenang di alam sana.
“Meskipun kau sudah menjadi seorang
yeoja, aku akan tetap mengenang mu sebagai seorang Baek Dong Jun. Gomawo Baek Dong Jun, telah membuat hidupku
berarti. Terimakasih untuk semuanya, Baek Dong Jun.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar