cekidouuuttt........
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Yesung’s PoV
Entah kenapa hari-hariku menjadi lebih berbeda dari
biasanya sejak kedatangan seorang yeoja cantik. Sejak satu tahun lalu, ia sudah
membuat hidupku lebih berarti. Aku nyaman dengannya. Dia bagaikan teman
akrab,sekaligus kekasih. Aku bisa cerita banyak darinya, aku juga bisa belajar
banyak darinya.
Ia tinggal di Amerika sekitar 2 tahun. Pada satu
tahun lalu, ia telah menyelamatkan ku yang nyaris mati. Aku sangat beruntung
bisa mendapatkan yeoja secantik dan sebaik dia. Bagaimana tidak? Dia adalah
yeoja yang baik hati, ya..meskipun terkadang ia suka jail dan suka marah jika
aku telat menjemputnya kuliah, tapi aku suka sikapnya.
Tapi hari ini.. dia yang telat. Katanya dia mau
datang ke restoran ku, tapi kemana dia? Aku sudah menungunya nyaris 30 menit!
Kau bayangkan TIGA PULUH MENIT!
“Huftt… lama sekali, kemana dia? Apa dia luluran
dulu? Ke salon dulu? Hah? Dasar perempuan selalu saja lama. Ini itu selalu
lama! Arghh” gerutu ku sendiri
“Ah..jadi Oppa tidak suka kalau aku ke salon? Luluran
terlebih dahulu, membuat diriku cantik supaya Oppa senang? Iya?! Ha?!!”
Aish! Kenapa aku berbicara seperti ini disaat ia
datang? Aku langsung menengok ke belakang dan kudapat Chan Bin disana. Tuhan..
tapi harus aku akui, tampilannya kali ini sedikit berbeda.
“Ah.. chagi.. ayo duduk dulu. Mianhae.. tadi hanya
bercanda… hehe” kataku sambil nyengir kuda
“Aniya! Aku kesal dengan Oppa.” Balasnya sambil
menelakkan kedua tangannya dipinggang dan bibirnya sedikit maju. Aish.. yeoja
ini.
“Akhh ayolah, aku tidak marah padamu. Lagipula,
kenapa kau lama sekali?!”
“Yaa! Oppa tidak tahu butuh waktu 2 jam untuk
berdandan seperti ini! Huh dasar namja ini, tidak pernah senang melihat yeoja
nya berdandan. Ckckck” katanya
“Ah.. ani..ani.. ayolah lupakan saja. Aku senang melihat
kau seperti ini, sungguh”
“Yakin? Oppa serius tidak marah?”
“Ne… kajja!”
Akhirnya ia tersenyum dan duduk di kursi yang telah
aku sediakan. Dia memakai dress hitam dan memakai jepitan pita disebelah kanan
rambutnya. Ia memakai jam tangan yang antik dan sesuai dengan kepribadiannya.
“Lalu, Oppa ada apa mengajak ku kesini?”
“Hm.. begini, kau.. minggu depan ingin kembali ke
Amerika lagi kan untuk kuliah?”
“Ne.. lalu?”
“Ah.. aku ingin…
CLEK
Lampu restoran tiba-tiba saja mati. Chan Bin mulai
ketakutan dan memanggil-manggil namaku.
“Yesung oppaa… Oppa.. aku takut kau dimana?!”
Aku mulai menjalankan misi ku. Ya, aku ingin membuat
sesuatu yang berbeda sebelum ia pergi ke Amerika lagi. Aku ingin membuat suatu
kenangan yang tidak bisa dilupakan, hihi. Kebetulan juga hari ini ia ulang
tahun, dan untungnya ia pelupa. Jadi ia lupa sendiri akan ulang tahunnya.
“Oppaa!! Kyaa Yesung Oppa kau dimanaaa???”
CLEK
Lampu tiba-tiba menyala, tapi aku langsung menutup
matanya dari belakang. Dia mencoba melepaskannya, tapi aku mencoba membuatnya
gugup.
“Aih.. Yesung Oppa.. atau.. siapa kau? Cepat
lepaskan! Cepat lepaskan!”
Aku melepaskan tangan ku dan langsung bernyanyi
untuknya. Teman-teman ku datang juga untuk merayakan ulang tahun Chan Bin.
Sungmin memainkan gitarnya,Ryeowook bermain piano, dan yang lain ikut bernyanyi
bersama ku.
“Sangeil chukkae hamnida, sangeil chukkae hamnida,
sangeil chukkae Choi Chan Bin..” semuanya berhenti dan Ryeowook menambahkan
sedikit nada setelah itu, dan aku melanjutkan nyanyian nya.
“Sangeil chukkae jagiya…”
Semuanya bertepuk tangan, Chan Bin terlihat begitu
terkejut dan terharu. Ia menutupi wajahnya dan sepertinya ia menangis. Aku
langsung mencium pipinya dan keningnya, kini aku memegang kedua tangannya.
“Sangeil Chukkae chagi…”
“Kyaa… Oppa! Kau membuatku jantungan setengah mati!
Tapi.. apakah kau yang merencanakan semua ini?”
“Sebenarnya ini ideku, tapi karena aku tidak
mempunyai yeoja… jadi ku serahkan saja ideku pada Yesung hyung” celoteh Kyuhyun
“Hihi.. gomawo untuk semuanya, termasuk Kyuhyun
oppa. Aku senang sekali ulang tahun ku dirayakan seperti ini. Aku saja lupa
jika hari ini ulang tahun ku”
“Sudah-sudah, ayo tiup lilinnya” kata sang leader SJ
“Hmm baiklah”
“Eits! Kau buat permohonan dulu!” kata Donghae
“Ah iya iya!”
Chan Bin memejamkan matanya, sepertinya ia sangat
khusyuk memohonnya. Tuhan.. aku harap ia mendoakan ku agar bisa panjang umur
dan bisa berunangan dengannya saat ia lulus nanti. Ah.. mungkin beberapa bulan..
atau tahun lagi aku bisa menikahinya.
“Sudah?”
“Ne.. aku boleh meniup lilinnya kan sekarang?’
“Tentu saja” kataku
Ia meniup lilinnya dan semua bertepuk tangan. Aku
memeluknya dengan erat, huft andaikan ia tahu apa yang aku pendam selama ini.
Aku tidak ingin ia mengetahuinya, terlalu sulit baginya nanti menerima keadaan
ku seperti ini. Meskipun aku tahu lebih sakit jika memendamnya, tapi lebih baik
aku sakit daripada ia yang sakit hati.
Chan Bin mulai memotong kue nya. Potongan kue
pertama itu diberikan untukku, ia mencium keningku. Aku tersenyum manis
kehadapannya. Lalu ia memberikannya kepada member SJ. Tawa dan canda selalu
ada, aku senang saat melihat Chan Bin tertawa.
“Umm siapa yang membuat kue ini? Enak sekali!”
“Geurae?” tanya Lee Teuk meyakinkan “Kupikir juga
begitu”
“Yaaa akhirnya, itu aku dan namja mu yang membuatnya.
Enak bukan? Eh?”
“Waa gomawo Wookie oppa dan Yesung Oppa.. hihi^^”
“Ne cheonma”
Acara selanjutnya mulai dilanjutkan dengan
bernyanyi,bercanda, tawa serta bermain. Ah.. ku harap hari ini menjadi hari
yang tidak pernah terlupakan.
Hari semakin larut, Chan Bin sudah ingin pulang, aku
menawarinya untuk mengantarnya sampai ke apartment nya. Awalnya ia menolak,
tapi saat mendengar nasihat Eunhyuk, ia langsung menurut padaku.
“Ayo naik ke mobilku”
“Ne..” jawabnya sambil mengucek kedua matanya
---
“Gomawo Oppa…”
“Ne Cheonma chagiya..”
“Saranghae Oppa”
“Nado saranghae..” aku tersenyum padanya, begitu
juga dengannya
“Selamat malam Oppa..”
“Selamat malam.. mimpi yang indah”
Dia hanya menganggukan kepalanya dan menutup pintu
apartmentnya. Aku kembali ke mobilku dan kembali ke dorm. Biasanya aku akan
dimarahi oleh Lee Teuk jika pulang malam-malam begini, tapi untungnya malam ini
adalah hari ulang tahun yeoja ku, jadi aku boleh saja untuk pulang malam haha.
Aku menyetir mobil sambil melihat pemandangan malam
kota Seoul, hmm aku jadi ingat dengan beberapa tahun lalu, yeoja yang sudah
mengkhianatiku hingga aku menderita.
Drrtt..Drrrtt..
Satu sms masuk. Siapa? Ku buka dan..
Oppa..
masih ingatkah oppa akan aku? Mianhae oppa atas kejadian beberapa tahun lalu.
Aku hanya ingin minta maaf dan.. Oppa.. maukah kau kembali padaku?
Aku terkejut membaca pesan itu. Shin Min Jung. Dia
adalah yeoja yang.. sial! Kenapa dia harus mengirim pesan ini. Arghhh
Drrtt..Drrtt…
“Siapa lagi? Argh”
Oppa..
jeongmal Mianhaeee oppa… jeongmal mianhae.. saranghaeyo Oppa.. oppa.. jeongmal
mianhae.
Aku langsung melanjutkan perjalanan ku menuju dorm
dan aku berharap sms itu tidak akan dan pernah datang kembali!!
Konsentarsiku kini mulai melebur karena pesan tadi,
yeoja itu sudah menyakiti hatiku sampai membuatku putus asa, tapi sekarang? Dia
malah ingin kembali padaku. Apa maunya dia? Ia ingin memanfaatkan aku? Cih.! Dulu
saat aku masih biasa saja dia meninggalkan ku, tapi sekarang saat aku sudah
sukses seperti ini, dia malah minta kembali.
“Yeoja macam apa dia ini? Huft.. menyebalkan sekali.
Ohya, Chan Bin sudah tidur belum ya? Ah.. nanti saja ku telepon”
---
Chan Bin’s PoV
Huft.. hari yang melelahkan, sekaligus menyenangkan.
Bagaimana bisa aku tidak akan melupakan hari yang sangat indah ini? Hu… terlebih
lagi, saat Yesung Oppa mencium kening ku. Ini terasa seperti.. surga, haha.
Aku masih terdiam di kasurku sambil duduk dan
terkadang tersenyum mengingat beberapa jam yang lalu, begitu indah bukan? Baru
kali ini Yesung Oppa membuat ulang tahunku sangat berkesan, kkk.
Hanpdhone ku bergetar dan telfon dari.. Yesung Oppa!
“Yeoboseo?”
“Chagi.. kau belum tidur?”
“Belum, waeyo Oppa?”
“Kau ini, inikan sudah malam, kenapa kau belum
tidur? Tidak baik tidur malam-malam, ayo cepat tidur”
“Ani.. aku belum mengantuk, tapi.. Oppa sendiri?
Mengapa belum tidur? Inikan sudah malam”
“Aku baru saja masuk ke kamar ku. Ne.. sebentar lagi
aku tidur, tapi kau harus tidur lebih dulu”
“Aih.. Oppa ini, ne.. dah Oppa..”
“Dadah..”
Aku memutuskan sambungan telfonnya dan yah.. bersiap-siap
untuk tidur. Mimpi yang indah.. datanglah pada tidurku malam ini.
---
Seminggu
Kemudian…
-Wednesday,5th
June at Incheon Airport-
“Oppa..” kataku sendu
“Ne? jangan menangis.. kau kan ingin melanjutkan
sekolah mu” kata Yesung Oppa sambil menatapku penuh cinta
“Tapi.. aku pasti akan sangat merindukan mu Oppa..”
“Aku tahu, aku juga akan sangat sangat merindukan mu
Chan Bin-ah”
Kini terlihat jelas, Yesung oppa menjatuhkan air
matanya, aku ikut menangis.
“Aku bilang jangan menangis, kita pasti bisa meneruskan
hubungan ini, ayolah, kau harusnya bangga bisa bersekolah lagi. Kajja,
sepertinya pesawat mu sudah datang”
“Oppa.. oppa janji ya jangan pernah mencari yeoja
lain”
Yesung oppa kini tertawa kecil disela-sela
tangisnya.
“Hahaha, kau ini. Tidak akan, dan tidak akan
pernah.”
“Janji?” tanyaku sambil menunjukan jari kelingking
tangan ku
“Hm.. ne! hahaha”
Kini ia mendekapku dalam pelukannya, dan sekarang….
Ia mencium kening ku, mungkin ini akan menjadi sesuatu yang tidak aku lupakan
pula.
“Saranghae oppa..” kataku
Aku menunggu jawaban selanjutnya, tapi ia tidak
menjawabnya, ia malah menangis. Pesawatku akan segera berangkat, dan aku
membalikkan badan ku dan berjalan menuju pesawat. Kira-kira 10 kaki dari
tempatku tadi, seseorang memelukku dari belakang.
“Nado saranghae chagi-ya..” terdengar isakan
“Oppa jangan menangis, aku mencintaimu”
“Nado..”
Yesung’s PoV
Sudah satu bulan Chan Bin meninggalkan ku pergi ke
Amerika untuk sekolahnya, dan aku merasa kesepian sekarang. Meskipun member SJ
yang lain berusaha menghiburku, tapi tetap saja, hanya Chan Bin yang bisa
membuat ku benar-benar tersenyum.
Aku masih terdiam di kafe milikku, tiba-tiba saja
seorang yeoja dengan dress hitam dan rambut panjang yang tergerai dengan anggun
duduk di bangku depanku.
“Annyeong” sapanya lembut
“Ah.. annyeong” jawabku
Aku mencoba mengingat-ingat siapa wanita ini, aku
pernah mengenalinya, tapi siapa? Aku juga.. sepertinya pernah menjalin hubungan
dengannya, tapi siapa yeoja ini? Tatapan matanya begitu dalam dan penuh arti,
wajahnya cantik dan terlihat sangat mulus, bulu matanya indah dan lentik,
anggun sekali.
“Mianhae, apakah.. kau masih mengingatku?”
DEG
Benar saja, aku pasti pernah mengenalinya.
“Kau? Aku..ah, aku.. sepertinya aku pernah
mengenalmu”
Wajahnya yang tadi datar kini menittikan air mata,
ada apa? Apakah.. aku salah berbicara padanya tadi? Aku langsung mengambil tisu
dan memberikan padanya.
“Mianhae, hapus dulu air matamu dengan tisu ini”
“Gomawo,”
Aku masih mencoba mengingat-ingat siapa yeoja ini,
aku menunggunya berbicara. Benar saja, sekarang ia menarik nafas, dan
mengeluarkannya perlahan. Ia mencoba duduk tegak dan memandangku lurus.
“Yesung Oppa, tidak ingatkah kau padaku? Sungguh?
Sebegitu lamanya kah sampai kau tidak mengenal ku?” tanya nya
Apa? Apa yang baru saja ia tanyakan? Aku.. tidak
mengenalnya? Sepikun itukah aku sampai aku tidak mengenalnya?
“Ah.. aku, ah, kau.. siapa?”
“Oppa benar-benar tidak mengenalku? Jangan bilang
juga.. kalau.. oppa sudah membuang cincin yang waktu itu kita pilih dan kita
beli bersama?”
“Mwo?!” tanyaku
Dia kini menunjukan cincin yang katanya pernah ia
beli bersama ku, sungguh gila.
“Kau.. Shin Min Jung?” mulutku tiba-tiba saja
mengucapkan nama itu
“Ternyata kau sudah ingat padaku, Oppa?”
Ingatan ku langsung tertuju pada seorang yeoja yang
pernah membuatku putus asa dan tidak ingin melihat dunia lagi. Kau tahu? Dia
selingkuh dengan teman SMA ku sendiri! Bagaimana bisa aku tidak cemburu melihat
itu? Sejak itu aku meninggalkannya dan tidak memberinya kabar.
“Ne, aku ingat pada orang yang sudah mengkhianati
ku”
“Aniya! Aku tidak mengkhianatimu oppa! Dia yang
memaksaku!! Oppa.. aku masih mencintaimu!”
“Andwae! Jangan pernah sebut-sebut kalau kau
mencintaiku lagi, dasar yeoja murahan”
“Aku mencintaimu Yesung Oppa…”
kini ia mulai menangis, dan emosi ku kini mulai
memuncak. Apa maunya yeoja ini?
“Cih..! alasan saja, apa buktinya kau masih
mencintaiku? Hah?” kini aku menikkan suaraku satu oktaf. Karyawan yang ada di
kafeku mulai menghindar.
“Ini” katanya.
Astaga! Ia masih memakai cincin itu, padahal.. aku
sudah membuangnya ke laut tepat saat aku melihat mereka berciuman saat itu.
Sungguh, apa-apaan ini? Apakah aku salah paham tentang ini.
“Min Jung-ah, katakan padaku. Katakan kalau itu
adalah cincin palsu dan kau sudah mempunyai kekasih! Kajja!!”
“Ani…” ia menjawabnya sambil menangis “Ini cincin
waktu itu kita beli bersama, dan.. aku belum mempunyai namja setelah kehilangan
mu. Oppa.. katakan padaku kau masih menyimpan cincin ini, kajjaa!! Katakan..”
Aku tidak bisa berkata apa-apa, aku bungkam seribu
bahasa. Karena apa? Karena aku salah paham, dan aku-sudah-membuang-cincin-itu.
“Min Jung, ceritakan padaku mengapa kau bisa sampai
berciuman dengan temanku? Kenapaa?!”
“Kau tahu? Sepulang sekolah, dan tepat saat kau
ulang tahun, aku sudah menyiapkan kue untukmu. Aku juga yang mengirimkan surat
rahasia itu pada mu secara diam-diam memasukkan surat itu ke kolong mejamu”
Aku mendengar ceritanya dengan baik, mencoba
mencerna kalimat demi kalimat yang ia ucapkan.
“Aku.. aku sudah menghias ruangan itu sebelumnya,
tapi kau terlalu lama datang saat itu, pada saat itu juga, aku putus asa. Tapi
tiba-tiba saja ada yang mengetuk ruang musikal, aku kira itu kau, ternyata itu
teman mu. Cho Min Hwan. Ia malah mendorongku dan memaksaku melakukan itu.
Itulah yang terjadi oppa!” kini ia mulai menangis lagi
“Jadi.. aku salah paham? Jadi saat itu aku telat?”
tanyaku pelan dan dengan susah payah menahan air mata serta ludahku yang sulit
sekali ku telan rasanya.
Kau tahu? Seberapa penyesalan yang aku alami? Saat
itu aku belum menyatakan putus hubungan dengannya, tapi sekarang aku sudah
mempunyai Chan Bin, kekasihku yang sangat ku sayangi. Aku salah paham, dan ini
sangatlah menyakitkan.
Shin Min Jung, yeoja pertama menjadi kekasih ku, dan
sampai sekarang ia masih mencintaiku, meskipun aku salah paham dan aku sudah
meninggalkannya selama bertahun-tahun.
“Jadi.. kau yang mengirimiku pesan sebulan yang
lalu?”
“Ne, malam itu aku mendapatkan nomer handphone mu.
Ternyata kau tidak menjawabnya, aku sudah putus asa, tapi aku tetap percaya
bahwa kau membalas pesan ku. Sampai saat ini,”
“Kau percaya, ah Min Jung kenapa jadi begini? Ayo
ikut aku!” ajakku
Aku tidak enak berbicara seperti ini di kafeku
sendiri, dan didengar oleh banyak karyawanku. Aku mengajak nya ke tempat lain,
aku mengajaknya ke suatu tempat yang tidak pernah ia ketahui, ini adalah taman
yang sangat ku sukai. Entah mengapa aku ingin mengajaknya kesini.
Aku mengajaknya duduk di bangku taman yang putih dan
dibelakangnya banyak burung. Aku menyuruhnya duduk dan dia hanya mengangguk.
Mataku masih memandang ke danau yang ada didepanku ini.
“Jadi? Bagaimana?”
tanyaku memulai
“Bagaimana apanya?” tanyanya lagi.
“Kau.. sungguh belum mempunyai namja lain? Setelah…”
“Ne, aku belum mempunya namja lain setelah kejadian
itu. Jadi… Oppa sudah punya yeoja baru ya?”
DEG
Apa yang harus aku lakukan? Menjawabnya dengan
jujur? Berbohong dengannya? Tidak, aku tidak akan membohongi diriku yang
sekarang masih mempunyai status menjalin hubungan dengan Chan Bin. Tapi, ini
pasti akan sulit diterima oleh Min Jung.
“Oppa! Jawab!”
“Ah…itu.. ne,”
“Mwo? Jadi.. oppa sudah punya yeoja baru?” suara Min
Jung mulai bergetar
“Ne, aku sudah mempunyai yeoja baru. Jeongmal
mianhae.. Min Jung-ah. Karena kesalah pahaman itu.. aku jadi putus asa,
dan..dan kau tahu? Yeoja itulah yang menyelamatkan aku saat penyakit ku kambuh
satu tahun lalu”
“Geurae, jadi kemana yeoja mu sekarang?”
“Dia, sedang pergi ke Amerika untuk meneruskan
sekolahnya. Waeyo?”
“Ani. Aku dengar..
kau akan bertunangan dengannya. Benarkah?”
Wajahnya masih datar dan masih menghadap ke danau.
Air mata terlihat di pipinya, turun sedikit demi sedikit mencoba membasahi
pipinya yang lembut itu.
“Benar. Darimana kau tahu?”
Dia tertawa kecil, dia mencoba menghapus air
matanya.
“Oppa.. kau ini bagaimana? Kau ini kan sudah menjadi
penyanyi terkenal, pastilah banyak wartawan yang mencoba mencari info tentang
kau. Kau ini bagaimana?”
“Ah..geurae.”
“Min Jung-ah, kenapa kau belum mencari namja lain?
Apa kau..”
“Alasannya ada disini”
Dia memberikan salah satu headsetnya dan memasangkan
ke telinga kiriku. Ia mulai memutar lagu yang ia maksud. Ku coba dengar lagu
itu.. tunggu, ini kan lagu ku?
“Min Jung-ah, ini.. ini lagu ku bukan? Waiting for
you? Apa maksudnya?”
“Yesung oppa, kau tahu kan ini lagu mu? Kau tahu kan
apa maksudnya lagu ini? Dan.. kau tahu kan apa maksud judulnya?”
“Ne, jadi.. maksudmu?”
“Ya, aku masih menunggumu dan aku masih mencintaimu,
Yesung Oppa”
DEG DEG DEG
Mataku langsung terbelalak tak percaya. Tuhan..
benarkah itu Min Jung? Benarkah ini dia yang masih mencintaiku setelah sekian
lama aku salah paham dengannya? Apa yang harus aku jawab?
Aku menggenggam tangan kirinya dengan tangan kanan ku,
bertepatan itu pula, burung-burung gereja di belakangku terbang. Aku mulai
menittikan air mata. Aku sungguh tak percaya. Aku.. memang masih mencintainya.
Oh sungguh gila, seorang Kim Jong Woon sudah mempunyai yeoja baru dan belum
memutuskan hubungannya dengan yeoja lamanya dan ia meninggalkan yeoja lamanya
itu hanya karena kesalah pahaman, wow, hebat bukan?
“Min Jung-ah, sungguh? A.. kau pasti bohong kan?”
“Aniya.. aku masih mencintaimu” air matanya semakin
deras turun
“Bilang kalau kau sudah tidak mencintaiku Min
Jung-ah, katakan itu!”
“Aniyaa!! Aku masih mencintaimu Yesung oppa! Mengapa
kau tidak percaya padaku? Apa kau pikir dengan menghilangnya diri ku aku sudah
melupakan mu? Kau tahu? Hidupku jadi tidak tenang saat kau pergi”
Refleks, aku langsung memeluknya erat. Entah mengapa
aku melakukan itu, mungkin aku sudah rindu akan hal-hal seperti ini. Ini
seperti waktu SMA bersama Min Jung. Aku mengikuti kata hatiku, kami berdua
sama-sama menangis, aku menangis karena penyesalan sedangkan ia menangis karena
aku sudah mempunyai yeoja baru.
“Min Jung-ah, jeongmal mianhae..”
“….”
“Saranghae jagiya..”
Tiba-tiba mulutku berucap seperti itu. Chan Bin, ku
harap kau mengerti.
Min Jung’s PoV
“Saranghae jagiya..”
Aku tak percaya pada apa yang terjadi saat ini. Yesung
oppa mengatakan itu padaku. Apakah itu tulus dari hati?
“Oppa.. mianhae telah mengganggu hubungan kalian
Karena aku datang ke tempat mu tiba-tiba. Tapi.. kau tahu kan? Aku memang masih
mencintai mu”
Yesung oppa tidak berkata apa-apa, ia masih
memelukku dengan erat, didepan danau yang tenang dan suasana sore Seoul yang
hangat, serta kicauan burung sepertinya turut dalam kesedihan ini.
Aku mencoba melepaskan pelukan darinya, ku pikir aku
harus pergi, mencari dunia baru, namja baru, dan tidak mengganggunya.
“Oppa, gomawo telah mendengarkan apa yang ada dalam
benakku, ku harap kau mengerti”
Aku berdiri dan mencoba melangkah pergi. Aku membereskan
baju ku, mengelap air mataku dan siap untuk pergi meninggalkan Yesung oppa.
“Andwae!”
Yesung oppa menarik tangan kiriku.
“Jangan pergi, tetaplah disini bersama ku. Kau
dengar kan apa yang aku bilang tadi?”
“Tapi.. kau kan..”
“Saranghae Min Jung-ah”
---
-
Juillard
31 Desember-
Chan
Bin’s PoV
Sudah
lama sekali aku tidak mendengar suara Yesung oppa. Hum.. apa kabar namja ku
disana? Baik-baik sajakah? Yah.. meskipun 2 minggu yang lalu ia mengirimiku
e-mail.. tapi tetap saja aku ingin mendengar suaranya.
Aku
sedang berada di kafe, di sini,masih pukul 4 sore. Huft.. di Seoul pukul berapa
ya? Apa Yesung oppa merindukan ku? Ah.. sepertinya aku harus meneleponnya.
Tapi… aku menganggunya tidak ya? Ku harap tidak, mungkin saja sekarang ia
sedang berada di dorm bersama member yang lainnya. Baiklah, ku coba.
“Yeoboseo?
Yesung oppa..? mwo? Bukan… bukan yesung oppa? Ini…. Siapa? Ah.. eunhyuk oppa,
mianhae oppa, sepertinya aku salah nomor hehe, ohya, bagaimana kabar Hyuk oppa?
Aku, juga sama baiknya disini, ne.. disini lebih dingin dari Seoul. Ohya, Hyuk
oppa, sudah dulu ya.. dahh..”
Huft!
Aku malu sekali ternyata itu bukan Yesung oppa, hm baiklah coba ku lihat.
Ye..sung.. ah! Dapat.
“Annyeong?
Yesung oppa?”
“Annyeong..
ne, ah, Chan Bin-ah?” terdengar suaranya sedikit serak diujung sana
“Ne
oppa, bagaimana kabar oppa? Sepertinya oppa sakit ya?”
“Mwo?
Aniyo.. aku baik-baik saja. Bagaimana dengan mu?”
“Aku
juga baik-baik saja. Ohya, oppa.. kau dimana? Kenapa tempatnya sunyi sekali,
bukannya kau bersama member SJ yang lainnya?”
“Ani..
aku tidak bersama mereka, waeyo?”
“Mwo?
Memangnya.. Oppa ada dimana sekarang?”
“Aku..
sedang di rumah sakit”
“Aisshh!
Sudah ku duga, Oppa pasti sakit!”
“Ah..
bukan-bukan, bukan aku yang sakit. Memangnya kalau aku ke rumah sakit harus aku
yang sakit? Aku hanya menemani orang yang sakit”
“Syukurlah.
Siapa yang sakit?”
“Hm..
dia…
Author’s
PoV
“Hm..dia..”
Yesung
menengok ke belakang, mendapatkan sosok seorang yeoja yang terbaring lemas di
tempat tidur. Penyakit yang menggerogotinya kini kian parah, Yesung pun bingung
harus menjawab apa. Haruskah ia menjawab bahwa ia menemani Shin Min Jung?
“Siapa?
Teman oppa?”
“A.aa….ne,
ne. ohya Chan Bin-ah, sudah dulu ya. Ada sedikit urusan, jaga dirimu baik-baik
disana. Annyeong..”
“Annyeong..”
Yesung
memutuskan sambungan teleponnya terlebih dahulu. Ia masih menatap layar
handphonenya dengan datar. Ia berharap kejadian ini hanyalah dalam mimpi, tapi
tidak, sugguh ini adalah kenyataan yang pahit.
Sudah
berbulan-bulan Yesung menemani Min Jung di rumah sakit itu. Tidak satu pun
member SJ yang mengetahui kalau Yesung pergi ke rumah sakit hanya untuk
menemani kekasih lama nya itu. Member
SJ memang curiga pada Yesung yang setiap hari izin pergi, tapi Yesung bisa
membuat segalanya baik-baik saja.
“Oppa..
tadi yang menelepon itu… yeojachingu mu ya?” kata Min Jung lemas.
Yesung
langsung berbalik badan dan menghampiri tempat tidur Min Jung, Yesung hanya
tersenyum dan mengelus kepala Min Jung.
“Ne..
Min Jung-ah, kau jangan banyak bergerak dulu.. sudah kau istirahat saja”
“Oppa..
aku ingin keluar, aku ingin merasakan angin segar diluar. Boleh ya…?” pinta Min
Jung pada kekasihnya itu. Yesung hanya tersenyum dan membantunya bangun.
Dengan
kursi roda, yesung mencoba menghibur Min Jung, ia membuat Min Jung tertawa dan
membuat Min Jung tidak muram seperti tadi. Yesung mengajaknya ke taman rumah
sakit yang tidak jauh dari kamar nya.
“Hihi..
oppa, lihat deh! Bunga itu cantik sekali ya..” kata Min Jung sambil menunjuk
bunga yang ada ditaman rumah sakit.
“Geurae?”
“Ne..”
Yesung
langsung berdiri dan memetik bunga itu, meskipun ia tahu ia tidak boleh memetik
bunga itu, tapi untuk yeoja nya, ia sengaja memberinya.
“Oppa!
Itukan tidak boleh dipetik. Kalau pihak rumah sakit melihat bagaimana? Kau akan
dimarahi”
“Aniyo..
kalau kau ingin membawanya kedalam, aku simpan dalam saku jaketku dulu saja..
nanti baru aku keluarkan lagi. Ini untukmu”
“Gomawo
Yesung oppa..”
“Ne
cheonma chagiya”
Di
saat mereka berdua sedang asik bercanda, tiba-tiba saja seorang namja memakai
topi hitam dan jaket abu-abu menghampiri Yesung.
“Hyeong?
Sedang apa kau disini?”
Yesung
tidak tahu harus menjawab apa, apakah ia harus berbohong lagi dan mengatakan bahwa Min Jung adalah temannya?
“Oh..
annyeong hyeong! Aku.. sedang menemani Min Jung”
Sungmin.
Ternyata namja itu adalah Sungmin, sungmin tersenyum pada Min Jung dan Min Jung
membalas senyum Sungmin ramah. Sungmin meminta Yesung pergi bersamanya sebentar.
“Min
Jung-ah, kau tunggu disini sebentar ya, aku bersama Sungmin. Tidak apa kan?”
“Tidak
apa”
Sungmin
berjalan dan menggandeng Yesung cepat. Sungmin berbisik pada Yesung
“Hyeong!siapa yeoja itu? Apa dia kekasih baru mu? Kau lupa dengan Chan Bin?”
“Aniyo..
tidak bukan begitu..”
“Lalu?
Pantas saja aku cari kau ke dorm tidak ada, rupanya kau disini. Kau..
menemaninya?”
“Ne,
kau.. ada apa kau kesini Hyeong?”
“Aku
ingin menjenguk saudara ku, dia sakit satu minggu yang lalu. Sekarang aku baru
bisa menjenguknya, yesung hyeong! kau harus menjelaskan padaku siapa yeoja
itu?”
“Ceritanya
panjang, lain kali akan ku ceritakan di dorm atau mungkin… tidak sama sekali”
“Mwo?
Waeyo? Apa itu masalah?”
“Tentu
saja. Ceritanya rumit hyeong, sudah ya! Aku ingin menemani dia, dahh! Ohya,
semoga saudaramu lekas sembuh”
“Ne,
gomawo. Semoga yeoja itu cepat sembuh juga!”
DEG
Sungmin
pergi dengan senyum dan berjalan membelakangi ku. Langsung terlintas dibenakn
yesung
sembuh? Apakah
penyakit Min Jung bisa disembuhkan oleh medis? Penyakitnya sudah parah. Tuhan..
“Hai
Min Jung, sepertinya kita harus kembali ke kamar mu.”
“Mwo?
Andwae… aku masih ingin disini. Sepertinya enak sekali ya, bisa berjalan-jalan
seperti biasa. Andai saja.. aku tidak penyakitan seperti ini, mungkin kita
sudah bisa pergi ke N Seoul Tower ya oppa..”
Yesung
langsung menghampiri yeojanya itu dan berlutut dihadapannya.
“Min
Jung-ah.. nanti malam kan malam tahun baru, buatlah permohonan sebanyak
mungkin. Aku janji, jika keadaanmu sudah lebih membaik, aku akan mengajak mu ke
sana. Juga.. aku yakin, kau pasti akan sembuh” kata Yesung dengan susah payah
mengucapkan kata-kata itu.
Sembuh? Sembuh?!
Jangankan sembuh.. berdiri saja sekarang aku tidak kuat… aku tidak kuat Oppa,
kapan keadaanku membaik? Kapan aku sembuh? Kapan aku bisa pergi dengan mu?
Batin Min Jung.
“Ku
harap juga begitu. Baiklah oppa, kita kedalam saja.”
“Kajja”
Min
Jung’s PoV
Malam
ini, adalah malam yang mungkin akan ku kutuk. Karena malam ini, harusnya bisa
menjadi malam yang indah. Harusnya malam ini menjadi malam yang menyenangkan
untukku dan Yesung oppa. Karena apa? Karena.. aku juga mencoba memanfaatkan
waktu ini dengan Yesung oppa, aku masih mengharapnya dia kembali.
Aku
masih menatapi suasana malam kota Seoul dari kaca rumah sakit. Tadi Yesung oppa
pamit sebentar untuk pergi ke dorm nya, lalu ia bilang ia ingin berkumpul
bersama keluarganya sebentar. Entah kapan dia akan kembali ke rumah sakit untuk
menemani ku kembali.
KREK
“Chagi..kau
sudah bangun?”
“Oh,
Yesung oppa sudah kembali. Bagaimana pestanya? Menyenangkan bukan?”
“Begitulah,
tapi.. andaikan kau bisa ikut kesana, itu lebih menyenangkan lagi.”
“Geurae?
Oppa kenapa pulang jam segini? Bukannya oppa ingin pulang setelah tahun baru?”
“Ani..
aku kan bertugas menjagamu”
Ada
sedikit harapan disana, mungkinkah Yesung oppa masih mencintaiku dan
meninggalkan yeojachingu nya? Masih bisakah aku kembali menjadi yeojanya dan
aku yang akan menjadi anaenya kelak? Entahlah.
“Hey,
Min Jung-ah, lihatlah keluar! Sudah tengah malam, ayo buat permohonan!”
“Ne,”
Tuhan..
dengarkan doaku. Aku mohon, sembuhkanlah aku, karena hanya padamulah aku bisa
berdoa. Aku tidak bisa hidup tanpa lindunganmu. Tuhan.. aku mohon, berikanlah
aku kehidupan kedua, janganlah buat aku menjadi semakin menderita karena Yesung
oppa yang akan bertunangan dengan yeojachingu nya. Aku harap.. aku yang akan
menjadi istrinya.
“Aku
harap doaku terkabulkan oleh Tuhan” kataku datar
“Tuhan
pasti akan mendengarnya, ohya. Bisakah kau menutup matamu?”
“Mwo?
Buat apa?”
“Sudah,lakukan
saja”
Aku
hanya mengikuti dan menunggu apa yang akan Yesung oppa lakukan padaku. Aku
tunggu beberapa detik, tapi tidak terjadi apa-apa.
“Oppa,
sudah belum?”
“Buka
matamu segera”
Aku
membuka mataku. Terpampang jelas
didepanku, Yesung oppa memegang kue ulang tahun. Astaga! Aku lupa, satu januari
adalah hari ulang tahunku, bagaimana aku bisa lupa? Mungkin karena beban
pikiran yang terlalu banyak. Membuat ku jadi seperti ini.
“Oppa..
kau masih mengingat ulang tahun ku. Aih.. oppa, gomawo..” kataku sambil mencoba
memeluk Yesung oppa.
Yesung
oppa segera meletakkan kue nya diatas meja dan memeluk ku dengan hangat,
tersimpan sejuta kerinduan dalam hatiku, andaikan Yesung oppa tidak mempunyai
yeojachingu baru dan pada waktu itu ia tidak salah paham, tidak akan jadi
begini.
“Sangeil
chukkae, Shin Min Jung! Aku harap.. kau bisa cepat sembuh, dan..”
“Hm?”
Aku
menunggu-nunggu kata-kata selanjutnya, apa yang akan ia ucapkan selanjutnya? Ku
harap ia mengatakan jika aku bisa kembali menjadi yeojanya.
“Oppa?”
Yesung’s
PoV
“Oppa?”
Aku
nyaris saja mengatakan itu padanya, kalau aku mengatakan yang nyaris saja
keluar, sama saja aku memberi harapan palsu baginya. Aku tidak ingin seperti
itu.
“Aku
harap, kita bisa pergi ke N Seoul Tower, ya. Seperti katamu waktu itu”
Wajah
Min Jung yang tadinya berharap-harap kini menjadi datar.
“Oh,
ya ku harap juga begitu.”
“Kalau
begitu.. ayo tiup dulu lilinnya, dan kita bisa makan kue nya bersama. Ohya, aku
ingin mengajakmu ke suatu tempat sehabis kita makan kue. Kau mau?”
“Pergi
kemana?”
“Rahasia,
ayo tiup lilinnya”
Fuuuhhhhh…
“Ye..
oppa, gomawo. Terima kasih atas semuanya, terima kasih karena.. kau sudah
menunggu ku sampai hari ini. Mungkin, penyakit ku sudah hilang karena kau, haha
setidaknya.. sudah membaik”
“Mwo?
Karena aku?”
“Ne,
kau tahu kan, Cuma kau yang aku punya sekarang”
Aku
duduk di tempat tidur ku, serta Yesung oppa duduk dikursi yang ada di kamarku.
Dia siap untuk mendengarkan ceritaku.
“Apa
maksudmu?”
“Ya,
kau tidak tahu ya? Pembunuhan satu tahun lalu telah merenggut nyawa ibu serta
adikku. Aku adalah saksinya, aku melihat mereka terbunuh tepat dihadapanku.
Saat itu.. ayahku belum pulang kerja, entah kawanan pembunuh darimana yang tega
mencoba membunuh keluargaku”
“Apa
yang terjadi?”
“Pembunuh
itu mengancam ayah ku, jika ia tidak memberikan saham perushaan padanya,
seluruh keluarganya akan mati. Ayah ku tidak percaya, tapi saat aku menelepon
bahwa ibu ku dibunuh, ayah ku langsung memberikan itu pada mereka. Tapi saat
dijalan… ayahku malah ditembak mati, sejak saat itu aku tidak punya siapa-siapa
lagi”
Ku
lihat air mata Yesung oppa yang turun ke pipinya, aku sebenarnya juga ingin
menangis. Tapi untuk apa menangisi kejadian yang sudah aku coba lupakan? Tapi
bagaimana pun juga, setegar apapun diriku, akhirnya aku menangis juga dihadapan
Yesung oppa.
“Min
Jung-ah, aku harap aku bisa menjagamu. Bukan hanya untuk kali ini saja, tapi
seterusnya”
“Aku
harap juga begitu, tapi.. bagaimana dengan yeojachingu mu? Dia yang akan
menjadi tunangan mu, dan akan jadi anae mu kelak”
“Entahlah,
Min Jung-ah, ayo kita makan kuenya”
Aku
hanya mengangguk. Yesung oppa memotong kue itu dan memberikannya padaku. Ia
menyuapiku sekarang. Sudah lama ia tidak melakukan ini padaku. Ia membuatku
tertawa sekarang, menghapus air mataku dan mencoba membuatku tersenyum.
“Ayo
kita berangkat, aku sudah menyiapkan mobil sejak tadi. Sekarang… pukul 3 pagi,
pasti jalan Seoul sudah berantakan dengan kembang api”
“Haih,
sudahlah jangan dipikirkan, kalau kau mau mengajakku.. ayo”
“Ne!
aku tidak sabar pergi kesana”
Chan
Bin’s PoV
Huft..
kemana namjachingu ku? Bayangkan saja, aku sudah mencoba mengiriminya pesan
‘SELAMAT TAHUN BARU NAMJA KU TERSAYANG’ sejak beberapa jam yang lalu. Di
amerika, aku merayakan tahun baru ku sendirian. Tidak sendirian juga,
sebenarnya tadi aku berkumpul dengan teman ku sebentar.
“Haih,
dasar oppa! Pasti dia tertidur pulas karena habis pesta dengan member SJ yang
lain. Kemana dia? Apa aku coba telfon saja? Baiklah, mari kita lihat”
Aku
masih duduk terdiam di sofa, dengan celana panjang hitam dan kaos putih polos,
ditemani drama yang sangat romantic yang tidak aku tonton. Makanan ringan,
berserakan dimana-mana, tisu juga menghiasi kotornya lantai ruang tamu rumah
ku.
“Ahhh!
Kemana dia? Kenapa telfonnya tidak aktif? Ah.. jangan-jangan dia masih
tertidur! Huft, menyebalkan sekali! Mengucapkan selamat tahun baru padaku saja
tidak. Bagaimana ini? Hah.. lebih baik ku buat ramen saja”
Aku
berdiri dan bergegas menuju dapur untuk membuat ramen, tapi..
Drrttt..Drrttt..Drtt..
“Hahh..
siapa lagi? Mwo? Lee teuk oppa?”
“Annyeong…
waa selamat tahun baru juga Lee teuk oppa! Ne.. semoga tahun ini menjadi tahun
yang baik bagi kita. Mwo? Yesung oppa tidak ada di dorm? Kau yakin? Aku kira
dia di dorm bersama mu… tidak, dia tidak
menelepon ku sejak tadi, membalas pesan ku juga tidak. Haih.. kemana dia,
mianhae aku tidak tahu dia kemana. Baiklah.. jaljayo..”
Sudah
kuduga, kemana dia? Sambil berjalan menuju dapur untuk memasak ramen, aku masih
berfikir kemana Yesung oppa pergi. Kalau tidak di dorm, pasti di rumah orang
tuanya. Tapi.. kata Lee teuk oppa tadi, di rumah orang tuanya dia juga tidak
ada. Kemana ya?
“Hufftt…
entahlah. Semenjak aku pergi ke Amerika,
ia jadi begini. Susah menghubungi ku, bahkan tidak menghubungi ku sama
sekali. Jangan-jangan ada yeoja lain yang membuatnya lupa padaku. Kyaaaaaaa!!!
ANDWAEEE!!!”
Author’s
PoV
Sudah
7 bulan lamanya, Yesung setia menemani Min Jung dirumah sakit untuk
kesembuhannya. Yesung tiap harinya berdoa agar yeojanya itu diberi kesembuhan.
Kini, keadaan Min Jung sudah sehat, meskipun tidak sepenuhnya sembuh, tapi
Yesung senang melihat Min Jung sudah kembali sehat.
Selama
itu pula, tak terpikirkan oleh Yesung seorang Choi Chan Bin. Selalu Chan Bin
yang mengiriminya pesan,atau menelfonnya lebih dulu dibanding Yesung. Chan Bin
mulai merasa tidak diperhatikan, ia mulai curiga ada yeoja lain yang membuat
namjachingunya itu lupa padanya.
Min
Jung mengatakan pada Yesung bahwa ia ingin pergi ke kampung halaman ibunya,
Amerika. Yesung sedikit terkejut, karena itu berarti mungkin saja Min Jung akan
bertemu dengan yeojachingunya.
Di
bandara Incheon, Min Jung dengan gaya cool
nya, memeluk yesung dan kini menatap wajahnya lembut.
“Oppa..
jangan takut, aku tidak akan menyakiti yeojachingu mu. Tenang saja, ia tidak
akan apa-apa. Lagipula.. aku pergi ke Amerika untuk mengunjungi makam ibu ku”
“Geurae?
Aku percaya bahwa kau tidak akan menyakitinya. Baik-baiklah dijalan, jangan
terlalu lama disana”
“Waeyo?”
“Aku
akan merindukanmu”
“Nado~
baiklah aku berangkat dulu, dah oppa. Saranghae”
“Nado..”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar