Jonghyun
Tidak ada salahnya kan? mempunyai kekasih yang sedikit unik dan berbeda dari yang lain?.Let's say. Kyungri adalah salah salah satu tipikal perempuan yang tidak dimiliki oleh banyak perempuan. Spesies seperti dia itu jarang.
Disaat laki-laki lain harus rela mengulur waktu satu jam untuk membiarkan kekasihnya berdandan di toilet umum, atau rela menunggu berjam-jam bagai jamur yang kekeringan untuk menunggu kekasihnya di salon, atau bahkan rela menunggu kekasihnya saat janji dan dia datang telat. Aku tidak perlu memusingkan semua itu.She was discipline and she knows what i need. Dia tidak pernah mempermasalahkan kalau aku lupa tanggal anniversarry kami, dia juga tidak pusing-pusing mencari kado atau bahkan coklat mahal untuk ku saat hari valentine.For some reasons, both of us are not a romantic couple like wat you are usually see. Kita sama-sama 'creepy'. Tapi untuk beberapa hal,ada yang tidak bisa dilupakan.
Hal-hal kecil saat bersamanya terasa indah. A little thing could be a memory. Sama seperti awal kami bertemu. Waktu itu jika tidak bertemu dengannya,rencana ku akan hancur lebur. Sebagi seorang event organizer, tidaklah mudah. Harus membuat sebuah dekorasi sebagus mungkin dan persiapan yang matang. Aku menemukan dia di toko bungan yang baru ku sadari tidak jauh dari kantor ku. Disana aku disapa ramah oleh seorang perempuan. Kyungri namanya.She was pretty enough. Tapi bukan itu yang aku suka.
Saat aku masuk ke toko nya, aroma parfum yang biasa ia pakai menyeruak ke indra penciuman ku. Biasanya kau akan melihat bunga disana sini saat memasuki toko bunga,tapi ini,kau akan mengira bahwa kau memasuki toko CD. Yap, saat aku memasuki toko itu, berederet sejumlah CD asal band luar negri yang tidak ku kenali namanya. Aku memperhatikan sekeliling toko ini. Dia berdeham dan bertanya apa yang ku butuhkan. Ku katakan saja ingin dirancang bunga untuk pesta pernikahan. Ku jelaskan secara detil. Tanpa menunggu bunga apa yang akan aku pilih, dia langsung menarik tangan ku ke dalam dan berjalan ke halaman di belakang toko itu. Dia merekomendasikan ku ini dan itu.
Ku pikir ia ahli sekali dalam pemilihan bunga. Ku bilang ku serahkan padanya. Aku memberikan deadline dan alamat kantor ku, dia mengiyakannya. Sejak itu, aku memesan bunga terus-menerus kepadanya. Sampai suatu saat aku menelepon untuk memesan bunga tapi tidak ada yang mengangkatnya. Akhirnya ku putuskan waktu itu untuk datang ke toko bunganya. Tidak seperti biasa, pintu toko yang tadinya terbuka kini tertutup. Curiga,aku masuk ke dalam toko itu. Singkat kata, aku seperti orang yang tidak punya etika. Tapi aku sampai pada satu kamar yang pintunya tidak tertutup. Disana aku melihat sosok Kyungri yang tertidur dengan bada ditutupi selimut sampai leher. Aku mausk ke kamar itu,mendapati dia dengan muka pucat. Sakit kah? aku mencoba menegurnya,ralat. Mungkin langsung mengatakan hal yang to the point 'Kyungri-ah, kau sakit, kau harus ke dokter'.Dia sedikit terkaget mendapati ku yang ada disebelahnya. Dia hanya menjawab dengan gelengan kepala dan senyum tipis 'Ini hanya efek kecapekan. Aku sudah minum obat.' Dan banyak lagi hal yang tidak bisa ku deskripsikan mengenai dirinya. She was adorable to me.
Kyungri
Ku pikir mempunyai kekasih seorang Event Organizer akan mendapatkan kejutan di setiap harinya. Seperti lelaki gombal yang suka ku temui. Ternyata tidak. Dia berbeda. Bahkan kalau dibilang, dia jauh berbeda dari kata ‘laki-laki gombal’. Kami baru satu tahun menjalin hubungan. Sampai saat ini belum ada masalah yang terlalu besar. Hanya cekcok tentang perdebatan film apa yang akan kami tonton saat weekend atau saat aku memutuskan untuk membeli couple T dan dia merasa geli. Hal-hal seperti itu bukanlah sebuah kekecewaan ,tapi sebuah keunikan.
Biasanya kalau Jonghyun sedang sibuk, aku suka memanggil Yonghwa Oppa untuk menemani ku. Sebelum aku pindah ke Seoul, saat aku masih SMA di NewYork, dialah yang suka menemaniku, bercanda dll. Tapi saat eomma ku meninggal, bibi bilang dia menitipkan usaha toko bungan kepadaku. Sebagai balas budi, aku melanjutkan usahanya sambil bekerja freelance sebagi editor majalah di salah satu label majalah ternama di Korea.
Tidak ada yang terlaly special dari hubungan kami. Kami berdua sama-sama bukan orang yang romantis. Satu hal yang pernah Jonghyun katakan saat dia bersama ku, ‘You know what jagiya? There’s nothing to say about love. There’s no reason why both of us stay here now. God just make us stay’ Mungkin itu bukan satu hal yang romantis. Tapi itu sesuatu hal yang berarti. Kau tidak perlu berbicara apapun tentang cinta, Tuhan sudah mengaturnya.
Jonghyun
Hari ini ku dapatkan telfon dari Kyungri, dia mengajak ku untuk menonton konser band kesayangannya. Parachute. Aku pernah melihat bebera poster di kamarnya bertuliskan nama-nama artis luar negeri yang tidak ku kenal namanya. Yang aku ingat, dia mempunyai beberap CD seperti Parachute, Faber drive, James Blunt, John Mayer,Lawson dan sebagainya.
“Nanti malam aku tunggu di depan toko ku ya” jelasnya lewat telepon
“Tunggu saja. Aku akan menjemputmu, yang pasti, kau jangan kabur duluan. Arra?” candaku
“Kkkkk~~ ne arraseo”
“Pagi ini kau tidak ada jadwal?”
“Padat sebenarnya. Tapi karena Parachute datang, aku rela membiarkan pikiran ku buyar sebentar. Aku excited dan tidak sabar untuk melihat mereka. Menyanyikan lagu seperti yang telah ku beritahukan padamu Jong,” jelasnya dalam satu helaan nafas.
Dia memang pernah memberikan beberapa lagu untuk ku. Maksudku, sebenarnya kebiasaan kami memang sedikit aneh, jika dia sedang mendengarkan lagu dari band yang ia suka dan menurutnya lagu itu bagus, dia akan mengirim email padaku yang berisi file lagu. Atau dia akan meng-update blognya untuk merekomendasikan lagu-lagu pada viewers blognya.
Sedangkan aku, aku akan mengirimkan beberapa gambar hasl dekorasi ku padanya. Sebagai balasannya dia hanya mengatakan ‘Bekerja lebih giat lagi jagiya, supaya kau mendapatkan respon yang baik dari pelangganmu!^^’. Itulah biasanya yang ia balas.
***
Waktu sudah menunjukan pukul 7
malam. Aku bergegas menuju mobil ku dan menuju ke toko bunga milik Kyungri.
Terlihat dia dengan kemeja putih yang agak kebesaran ditubuhnya dengan celana
hitam panjang yang sedikit ketat dan
sepatu kets berwarna jeans serta rambut yang dikuncir kuda. Aku turun dari mobil dan mencium pipinya, “You look so pretty enough” kataku. Dia hanya tersenyum. Percaya pada ku, dia jarang menggukan bedak tebal seperti perempuan pada umumnya. Dia hanya memoleskan lip-balm . Aku langsung mengajaknya masuk ke mobil. Menjalankan mobil ke Olympic Hall. Disana tempatnya tidak terlalu luas.
Saat sampai, Kyungri memberikan satu tiket bertuliskan ‘Parachute LIVE in Seoul’. Dia menarik tangan ku karena sebentar lagi konser akan segera dimulai. “Jangan lari kemana pun, aku takut kau hilang” kataku.
“Aku bukan anak kecil lagi Jong, aku bisa pulang naik taksi jika ternyata kau memutuskan untuk pulang lebih dulu” jawabnya sambil mengulas senyum manis. Disana kami berdiri berdesak-desakan. Rintik hujan mulai turun sebelum konser, tapi orang-orang yang ada disekitar kami malah berteriak makin kencang dan menyebut nama band yang akan tampil.
Lampu sorot diatas panggung sudah mulai dinyalakan, penonton, termasuk Kyungri berteriak riuh memanggil nama band itu. Lagu pertama yang dibawakan oleh mereka pernah ku dengar sebelumnya, judulnya Kiss me slowly.
“Stay with me, baby stay with me
Tonight, don’t leave me alone,
Walk with me, come on walk with me,
To the edge all we’ve ever known
…Well I’m not sure what this is gonna be,
But with my eyes closed all I see
Is the skyline, through the window,
The moon above you and streets below
Hold my breath as you’re moving in,
Taste you lips and feel your skin
When the times come, baby don’t run, just
kiss me slowly”
Berakhirnya dengan lagu itu, aku menarik pinggang kyungri dan mencium keningnya. Hujan mulai turun, tapi penonton masih bersemangat untuk menonton konser band asal Virginia ini.
Sampai dengan lagu terakhir, terlihat Kyungri masih bersemangat untuk berlompat-lompat atau melambaikan tangan di udara,atau ikut bernyanyi seperti orang-orang di sekitar kami. Actually I don’t know anything about this, but I swear, I feel comfortable whenever with her.
Sepulangnya dari Olympic Hall, Kyungri tertidur pulas di mobil. Rasanya ingin merapikan rambutnya serta mencium keningnya dan mengucapkan ‘Good Night’ . that’s what I always I did to her. Sesampainya ditempat tiggal Kyungri, aku menggendongnya dan mengantarnya ke kamar. Sebagai ucapan selamat tinggal dan terimakasih, aku menyelimutinya dan mencium keningnya. Aku berjalan keluar dan—
DDDAK!!
“What da fuck are you doing to me, man?” sstaah, keluarlah kata-kata kasarku.
“Are you fucking kidding me dude? What are you doing to my girl?”
Apa dia bilang?
“Kau bicara apa?” kataku sambil memegang pipi kiri ku yang memar hasil tonjokan orang yang entah siapa ini.
Dia menarik kerahku “Don’t tell me that both of you are in relationship” dengan sigap aku langsung menjawab “What are you gonna do if I say ‘yes’?”. Mukanya tampak merah, matanya makin menajam.
“Jangan pernah datang ke toko ini lagi, Kyungri bukanlah milik mu, Kim Jong Hyun.” Dia melepaskan ku dan menyuruh ku keluar. Bukannya aku tidak ingin menolong Kyungri dari makhluk setan ini. Aku hanya tidak ingin membuat keributan.
Aku masuk ke mobil dan mencoba menelepon Kyungri. Reject. Itulah yang ku dpaatkan. Percaya padaku bahwa lelaki brengsek yang tidak ku ketahui namanya itu pasti telah mengambil alih handphone Kyungri. Aku masih fokus pada jalan yang ada didepan ku, tapi sungguh aku tidak bisa tahan dengan emosi ku pada lelaki itu.
***
TOK TOK TOKAku mencoba mengetuk pintu toko bunga milik Kyungri. Tapi— SHIT. Toko itu telah tutup. Kemana Kyungri pergi? Aku mencoba meneleponnya, tidak ada yang mengangkat meskipun tidak di reject.
Kali ini sungguh cemas. Entah apa yang dilakukan laki-laki brengsek itu pada Kyungri sekarang. Aku mencoba mengecek email. Ku dapatkan e-mail dari kyungri disana.
To:JonghyunKim@hotmail.com
Subject: -
I live in New York city now. I don’t know I can go back
to Seoul
Again or not, I just miss you here. Don’t find me, you
wouldn’t find me.
I’m alright, if you miss me just send me email. I’ll rep
it asap.
Aku menendang botol minum kosong yang ada didekat ku. Entah hari ini aku merasa seperti seorang pecundang, merasa konyol dan tolol karena orang yang ku cintai pergi tanpa meninggalkan alas an. If you miss me just send me email. Rasa rindu tidak bisa terbalaskan oleh email. Aku akan merindukan pelukannya, rasa apel pada lip-balm yang biasa dipakainya, aroma rose yang selalu ia pakai. And all about her.
Dan ku putuskan, aku tidak pernah mengirimnya email,atau kabar,atau apa. Yang pasti ku tahu, dia mungkin akan hidup bahagia di New York, dan pastinya tanpa aku.
Kyungri
Hampir 1 tahun aku hidup di New York dan menjalankan rutinitas ku sebagai editor majalah. Bedanya, disini aku bekerja untuk sebuah majalah yang paling popular di Manthattan. Selain itu, aku mulai menjajal sebagai fotografer freelance. Hidup hanya mengandalkan status SMA memang tidak begitu mudah. Karena saat aku ingin melanjutkan ke jenjang kuliah, eomma yang satu-satunya ku punya, meninggalkan ku begitu saja.
Kini aku tinggal berdua bersama Yonghwa Oppa. Kami menjalankan rutinitas seperti biasa. Dia lebih sibuk dari ku, meskipun kami berdua sama-sama bekerja freelance tapi hampir seluruh harinya berada di luar apartment. Dan aku akan selalu menjadi orang pertama yang akan datang ke apartment, menyiapkan makan malam untuk ku, dan untuknya.
Kadang aku menunggu dia pulang sambil menonton acara tv atau melanjutkan pekerjaan ku yang belum selesai di kantor. Fuuh, memang melelahkan sekali hidup di kota tanpa pekerjaan tetap.
Yonghwa Oppa sebenarnya bukan siapa-siapa ku. Dia hanya anak dari teman eomma ku yang sama-sama ditinggal mati oleh ibu nya. Hanya saja, dia masih punya seorang appa,bedanya, dia menganggap ayahnya adalah seorang yang tidak pantas dipanggil ayah. Masa-masa remajanya sungguh kelam karena ayahnya. Maka dari itu, ia memutuskan untuk tinggal di New York, dan dia mengajak ku karena dia merasa kesepian.
Yonghwa Oppa bekerja sebagai penyanyi di kafe yang berada di New York. Tidak semua, hanya 2 kafe yang biasa ia kunjungi. Biasanya dia akan pergi ke Times Square atau kemanapun yang bisa ia cakup. Hasil yang ia dapat cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami berdua.
Sekarang hamper pukul 11 malam. Tidak ada tanda-tanda Yonghwa Oppa ingin pulang. Biasanya dia akan menelfon ku sebelum pulang. Aku mencoba mengirimnya sms,tetap tidak dibalas. Saat ku coab untuk menelfonnya, tidak aktif. Aku mencoba menunggunya sampai sekitar 15 menit, tidak ada tanda-tanda ia akan pulang.
“Kyungri-ah…”
Dan ku tahu itu pasti suara Oppa. Aku bergegas membuka pintu. Ku dapatkan oppa dalam keadaan mabuk. “Oppa! Apa yang kau lakukan??! Kau mabuk?” . oke itu adalah sebuah pertanyaan bodoh yang baru saja aku lontarkan. Tercium sengat aroma alcohol yang sedari dulu tidak aku sukai.
Aku membopongnya sampai ke kamar. Aku membiarkannya terlentang. Saat aku khendak mengambil pakaian ganti untuknya dia menarik tangan ku “Don’t go. Don’t call him to meet you, don’t run…” dan aku tahu ia berbicara dibawah pengaruh alkohol.
Dari belakang Yonghwa Oppa memeluk pinggang ku “Kau tidak tahu betapa sayangnya aku kepada mu Kyungri-ah, selama ini kau tidak pernah menyadarinya,hm? Semenjak kau tinggal di New York bersama ku, aku tidak pernah lepas untuk melupakan mu. Itu sebabnya aku mengajakmu kembali dari Seoul.”
What is he going to? Feels like he got me and he kiss my neck. Aku tidak tahu apa yang kami lakukan sekarang. Dia menarik kepalaku dan mencium bibirku dalam. Dia meraba tubuhku tapi, sosok itu muncul di hadapanku. Sosok laki-laki yang pernah bersama ku di Seoul waktu itu.
Aku segera melepasnya. “Oppa, cepat pergi tidur” aku segera pergi ke toilet untuk berkaca dan meninggalkan Yonghwa Oppa di kamar. I’m just find my self so dirty. Wajah ku lusuh dan rambut ku berantakan. Aku segera mencuci muka. Aku mengambil handphone ku dan teringat pada Jonghyun.
Sebenarnya apa hubungan kami saat ini? He never send me an email after I already got here. Aku yang terlalu sibuk juga terkadang lupa akannya. Berharap dia akan mengirimkan sesuatu kepada ku lewat email. Entah itu hasil dekorasinya atau apa, atau mungkin sekadar menanyakan kabar.
To : JonghyunKim@hotmail.com
From : Kyunggie@hotmail.com
Subject:-
Hey
Jonghyun
Hampir satu tahun aku kehilangan arah. Aku bagai orang tak punya tujuan hidup. Meski kini keadaan ku sudah sedikit membaik. Kau tahu? Keputusan yang telah ku ambil ternyata salah.
Menghindar dari orang yang kau cintai memang sangat sulit. Malam ini aku pergi ke pub bersama beberapa teman kerja ku. Sekedar minum soju untuk menghilangkan penat. I miss her. I miss her. I miss her. I miss Kyungri. I miss her so fucking bad. Where is she now? Living happy with someone? Already forgetting me or what?.
Aku merenung di sofa yang ada di ujung ruangan sendirian. Meskipun teman-teman yang lain bergembira dengan ‘wanita bayaran’ mereka masing-masing, bercumbu disana-sini, atau berdansa dengan gerakan tidak seirama. Entahlah. Yang aku pikirkan saat ini hanyalah Kyungri.
Tiba-tiba seorang wanita datang dan duduk disebelah ku. To the point, she just sexy enough . Aku tidak tahu siapa namanya. Rambutnya di gerai. Tanpa aba-aba apapun dia menggenggam tangan ku. “Kim Jong Hyun, apa kau ada masalah?”. Oke kali ini aku membiarkan perempuan lain menggenggam tangan ku. Wajahnya terlihat bingung dengan raut wajah ku yang kosong dan entah berpikiran apa.
“Kau tidak perlu tahu itu” jawabku singkat
“Apa kau memikirkannya?” stop it.
“Apa maksudmu memikirkannya? Jangan sok tahu ya”
“Kau memikirkan seseorang bukan? Sudah jelas terlihat dari kerutan kening mu.” Dia duduk lebih dekat. Dia menyandarkan tubuhnya padaku. Ku biarkan dia melakukan itu. Sejenak aku bisa merasa tenang.
Dia terbangun. Aku meneguk sedikit soju, belum sempat ku telan, perempuan sebelah ku langsung mencium bibir ku. Aku sedikit tersedak. Perlahan aku mulai sedikit melupakan sosok perempuan itu. Mengikuti apa yang terjadi sekarang. Tapi di pikiran ku yang ada dia. Dia. Dan dia.
Aku melepaskan apa yang sedang terjadi dan kembali ke apartment ku. Aku mencoba mengecek handphone. Ada satu email disana. Kyungri?.
I got it. Dia mengirimkan email pada ku. Berisikan betapa rindunya dia kepada ku. Membaca emailnya membuat ku ingin segera menyusulnya ke New York. Aku akan mengambil cuti untuk pekerjaan ku. Let’s say I’ll do anything for her, right now.
To:Kyunggie@hotmail.com
From:Jonghyunkim@hotmail.com
Subject:Rep-
Too many stories that I wanna hear from you. Can you give me your address? I am going to New York. Or you will go back to Seoul? I can waiting, but I can go. I miss you too Ms.K
Kyngri
Tidak ada yang lebih membahagiakan saat ini kecuali saat aku terjaga dari tidur ku, ku dapat e-mail balasan dari Jonghyun. He’ll come. But I’m not sure he’ll come to my apartment. Aku tahu, keduanya tidak saling menyukai, maksud ku Yonghwa Oppa dan Jonghyun. Yonghwa Oppa membenci Jonghyun dengan satu alasan, ‘Melihat tingkah laku kekasih mu sudah cukup memberi ku satu alasan untuk mu untuk tidak menjalin hubungan dengannya lagi’.
Yonghwa Oppa sudah ku anggap sebagai kakak. Dia sangat menyayangi ku. Dia sangat peduli padaku. Kami hidup bersama, dan ku anggap dia sebagai kakak adalah hal wajar bukan? Tapi setiap bertemu dengannya ada hal lain yang ia sembunyikan. Entah itu apa aku tidak mengerti.
Aku membalas e-mail Jonghyun dan memberikan tanggal kapan kita bisa bertemu. Aku tidak sabar untuk bertemunya. Tapi yang pasti, kerinduan ini penuh luka. Bukan kah aneh sepasang kekasih yang masih dalam sebuah hubungan tapi tidak pernah berkomunikas hamper satu tahun?
Jujur. Sebenarnya aku tidak terlalu senang saat aku mendapat e-mail dari Jonghyun. Aku berpikir kembali, jika aku tidak mengirim e-mail semalam, apakah dia akan membalas e-mail ku? Apakah disana ia juga sama merindukan aku? Apakah dia juga sama merasakan kehampaan seperti aku? Apakah dia juga sama merasakan hati yang kosong? Apakah dia juga merasa cepat-cepat ingin bertemu dengan ku? Apakah dia merasakan hal yang sama?. Mungkin iya. Tapi mungkin juga tidak.
Bagaimana mungkin perasaan seorang kekasih yang sudah hamper satu tahun tidak bertemu dan tidak berbicara bisa bertemu dan berbicara seperti sebelumnya. Waktu satu tahun bukanlah waktu yang singkat. Maybe it’s gonna be akward.
Mungkin Jonghyun pun sudah tidak terlalu tertarik dengan ku. Mungkin dia membenci ku saat aku meninggalkan dia tanpa sebab dan aku hanya meninggalkan e-mail untuknya. Aku duduk lemas di atas kasur ku. Hari ini weekend. Alarm tidak aku bunyikan, dan yang pasti, Yonghwa Oppa masih tertidur lelap di kamarnya.
Pikiran ku kacau balau. Aku hanya takut jika perasaan yang dulu telah menghilang. Aku hanya takut kalau Jonghyun sudah tidak seperti dulu. Benar mungkin kata Yonghwa Oppa, it’s better to look ahead, don’t look what are happened to you. Tapi bukan itu masalahnya. Saat ini aku ingin bertemu dengan Jonghyun, tapi aku dihantui perasaan takut perasaannya tidak sama seperti dulu dan—
Aku tidak tahu.
Jonghyun
Starbucks.
Disinilah tempat kami bertemu. Kyungri yang dulu tidak jauh beda. Rambutnya masih suka di kuncir kuda, parfum yang ia pakai masih tetap sama. Yang beda hanyalah, warna kulit yang sedikit gelap.
“Glad to see you again, dear” kata ku memulai pembicaraan. Kali ini dia hanya membalas dengan senyum. Dia merapikan rambutnya.
“Me too.” Singkat. Padat. Dan sudah mencakup dari semua perasaannya menurut ku. mungkin ini terasa awkward. Setelah hampir satu tahun tidak bertemu, tidak berbicara atau bertukar kabar, kini aku dihadapkan dengan kekasih ku sendiri. But it feels like meet a stranger, you know?
“Don’t be awkward Jong, you know? We meet because we miss each other rite? Just take it slow like we did before” jelasnya. Apa mungkin tampang ku tegang saat ini.
“Aku tahu itu. Bagaimana kabar mu? Apa kau masih menyandang pekerjaan freelance?” tanyaku.
“As you know, aku tidak bisa melakukan apapun selain menjadi editor majalah. Tapi tenang saja, gaji disini lumayan besar, jadi aku bisa menghidupi kebutuhan ku disini.” Aku hanya menganggukan kepala sebagai jawabannya.
“Bagaimana dengan mu?” tanya nya lagi.
Bagaimana dengan ku apanya? As you see Kyungri.
“Tidak banyak perubahan. Aku masih bekerja sebagai seorang Event Organizer. Ku harap kau bisa kembali ke Seoul dan menyediakan bunga untuk ku lagi. Kau tahu? Akhir-akhir ini aku jadi malas bekerja karena tanpa mu” balas ku sedikit menggombal.
Dia tertawa kecil “ Maafkan aku. Aku..aku tidak bisa kembali ke Seoul. Mungkin suatu saat, tapi entah lah. Aku sudah merubah kewarganegaraan ku.” jelasnya datar.
“So you won’t comeback? What about our relationship? LDR? What about us? Are you gonna take it slow or end it?”
GLEK.
Babo Jonghyun. Harusnya aku tidak bertanya tentang hal itu. Ini adalah moment palng asing yang tidak aku sukai. Dia terlihat risih dengan pertanyaanku nampaknya.
“Aku tidak bisa menjawabnya sekarang, Jong”
“Are you dating with another man?. Aku tahu, harusnya aku tidak bertanya hal itu pada mu, aku hanya ingin memastikan”
Matanya terlihat berkaca-kaca “Apa yang kamu anggap selama ini? Kau pikir kita sudah tidak berhubungan? Kau pikir dengan satu tahunnya kita tidak berhubungan aku menganggap ini semua sudah berakhir? Seharusnya aku yang bertanya kepada mu. Jika aku tidak mengirimkan e-mail itu, apakah kau akan memberikan kabar pada ku? apa kau akan menanyakan kabar ku? atau mungkin kau akan memberikan gambar dekorasi mu seperti biasa?”
“I miss you so fucking bad,Jong. Don’t you?”.
Aku menggenggam tangannya “Mungkin aku tidak seperti laki-laki lain yang selalu bisa memberi kabar pada kekasih nya. Aku terlalu sibuk untuk itu”
“Apa yang kau lakukan? Maksudmu, hanya karena aku pekerja freelance jadi aku punya banyak waktu kosong? Sedangkan kau, sibuk dan tidak bisa memberikan sedikit kabar untuk ku? kau tidak tahu betapa aku merindukan mu?” air matanya kini mulai turun.
Stupid. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang.
“Aku pikir dengan bertemunya kita, kita bisa menjalin hubungan lebih baik”.
Dia meninggalkan ku di kafe ini. Sendirian. Aku tidak akan mengejar nya. Aku pernah tinggal bersamanya. Dia hanya butuh ketenangan. Aku segera mengirim e-mail kepadanya
To:Kyunggie@Hotmail.com
From:JonghyunKim@hotmail.com
Subject:-
Tears stream
down your face
When you
lose something you cannot replace
Tears stream
down your face
And i
Lights will
guide you home
And ignite
your bones
And I’ll try
to fix you.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar