D.A.S

Foto saya
"to defeat your enemies, you must be their friends"

Selasa, 11 Juni 2013

"SEKOLAH DAMBAAN KU"


                                                          Oleh: Dewi A.S

                    "Datang bawa buku,pulang bawa ilmu"

Halo-halo! Sebagai pelajar,memang udah seharusnya untuk belajar. Kalau bukan pelajar,ya..gak ada tuntutan buat belajar. Tapi namanya belajar,pasti bakal dilakukan sepanjang masa. bener gak nih?. Omong-omong,setiap pelajar pasti punya keinginan masing-masing dong. Maksudnya,cara belajar setiap orang berbeda-beda kan? dan.. disini saya ingin mengeluarkan tentang pikiran saya menganai sekolah dambaan.


Indonesia,kalo gak salah, Indonesia masuk dalam peringkat ke- 55 sedunia buat kualitas pendiidikan. Waktu itu,saya nonton di acara televisi. Nah,menurut saya, Indonesia masih jauh dari kata "baik" buat masalah pendidikan. Di Indonesia, sekolah itu rasanya bukan satu hal yang menyenangkan, tapi satu hal yang "memberatkan,menyulitkan, dan membosankan". Kenapa begitu? oke,saya adalah salah satu pelajar yang punya akun twitter,sayang ngefollow murid-murid sekolah saya,dan beberapa teman dari sekolah lain. Sering kali mereka menunjukan tweet mereka,tentu saja tak lain dan tak bukan masalah sekolah. Tweet yang sering muncul
>> "Mager sekolah nih,gurunya betein,ngebosenin abis"
>> "Besok hari senin? kalo inget senin rasanya pengen mati"
>>"Plis mager banget nanti pelajaran (nama guru disebutkan)"
>>"Math,fisika,gue benci kalian."
Kira-kira begitulah beberapa tweet yang sering saya lihat. Jujur sih,kadang saya juga merasakan hal yang sama seperti mereka. Suatu pelajaran malah menjadi semakin rumit dan membuat kepala sakit,karena beberapa faktor. Tweet-tweet diatas juga merupakan bukti kalau jaman sekarang, aktivitas sekolah malah membuat suatu beban.

Sekolah. Menjadi rumah kedua bagi pelajar,terutama pelajar Jakarta yang baru bangun pagi sudah dipusingkan dengan suara-suara klakson mobil dan motor yang tak henti-hentinya berbunyi. Apalagi kalau disuruh membuat pr yang setumpuk dan menghabiskan pikiran serta tenaga. huft,ini sekolah, apa lembur kerja sih?
Jujur aja,saya ngerasain banget. Sekolah itu kadang jadi beban pikiran.
 Beberapa alasannya     pertama:  Fasilitas sekolah

Hm,percaya atau tidak,kalo kalian semua pergi ke salah satu sekolah di Jakarta yang bisa disebut berstandar internasional (rsbi),sama sekolah di Jakarta yang standarnya biasa-biasa aja kerasa banget nih perbedaannya. Sekarang,rsbi udah dicopot. Saya ada rasa senangnya,kenapa? sekolah saya dulunya rsbi,fasilitasnya bagus,ada ac di setiap ruangan,guru-gurunya juga bermutu,pokoknya bagus. Waktu itu saya pernah datang ke salah satu sekolah teman saya di Jakarta juga,tapi itu jauh dari kata "bagus". Namanya sekolah, seharusnya fasilitasnya sama rata bukan? entah kenapa ini seperti ada diskriminasi. Satu sekolah yang saya kunjungin itu ruangannya panas,pengap. Ruangan lab nya ada,cuma kurang bisa dipakai dengan bagus,lingkungannya dekat pasar. Kebayang kalau lagi belajar tapi berisik dan bau? Itu sangat mengganggu.

Kedua    : Cara mengajar guru
Nah! ini yang penting. Menurut saya,guru itu bagaikan superstar yang bisa kasih banyak ilmu ke murid-muridnya. Terus terang saja,banyak guru yang cuma memberikan materi,dan tugas,tapi belum bisa membuat kelasnya menjadi seru. Malah terkadang,aura kelas seakan jadi suram. Guru seharusnya bisa meng 'attrack' atau menarik perhatian murid-muridnya. Maksudnya,guru harus bisa membuat kelas mereka menjadi menarik,seru,tidak membosankan,dan murid menjadi semangat dalam belajar. Seharusnya guru punya cara yang unik dalam menarik perhatian siswa. Betul?

Ketiga  : Pak,bu, kami bukan robot :|
Banyak banget yang mengeluhkan masalah tugas rumah,ulangan harian yang sulit dsb. Okelah,mungkin bisa dibilang era sekarang itu anak-anak malas belajar,gak peduli sama sekolah. Ada benarnya,dan ada salahnya. Benarnya? ya..efek teknologi. Salahnya? murid-murid mencari refreshing dari beban pikiran sekolah. Sebagai pelajar,saya merasa terbebani dengan adanya tugas rumah. Saya pernah mengerjakan tugas rumah sampai larut malam,kadang sampai minum kopi biar mata saya tidak mengantuk. Orang tua saya sampai prihatin lihat saya terus-menerus seperti itu. Benar-benar beban.

Keempat  : UJIAN NASIONAL
Satu ini,emang bikin gregetan. Semua murid yang dengar kata UN,pasti bakal merinding. Sebenarnya kan hanya ujian? ujian yang harus dilewati untuk menempuh ke sekolah yang lebih tinggi. Tapi kenapa jadi beban banget? Seperti tahun ini? dibuat 20 paket. Menurut saya ya,biarlah dibuat 1 paket sama semua. Toh,yang beli kunci jawaban juga tidak ada apa-apanya. Mereka akan rugi saat masa depannya sudah datang. UN membuat saya dan teman-teman saya harus kerja keras. PM dari pulang sekolah sampai sore, try out nyaris setiap minggu,otak kami diperas terus menerus. Kadang juga ada yang pasrah,benar-benar menyulitkan kami semua.

.>Sekolah dambaan,dimana saat suatu kelas hany berisi 15 maksimal 20 orang,tidak perlu paki pendingin ruangan,cukup pakai kipas angin,tapi lingkungan sekolah dibuat se-asri mungkin. 
.>Menurut saya,untuk menjadi seorang guru minimal dia seorang S2, yang benar-benar jurusan pendidikan,dan mengerti pendidikan. Minimal,ada dua guru dalam satu ruangan kelas. Dimana yang satu menjelaskan didepan,yang satu menjaga dibelakang dan menjelaskan jika ada yang kurang dimengerti oleh siswa.

.>Ruangan kelas di cat se-colourful mungkin. Karena warna yang cerah membuat otak kita fresh,tidak mumet,apalagi menghadapi pelajaran matematika terutama yang penuh dengan rumus. 

.>Lalu,pekerjaan rumah tidak harus diberikan banyak-banyak. PR gunanya hanya untuk melatih kembali siswa di rumah bukan? terlalu banyak pr malah membuat murid lebih memilih menyontek dibanding mengerjakan sendiri.

.>Guru juga sebaiknya stay disekolah setidaknya 3jam setelah pulang sekolah. Untuk konsultasi siswa jika tidak ada tugas yang tidak dimengerti. Jadi,siswa tidak harus mengikuti kursus sampai malam yang membuat tubuh tidak fit.

.>Guru yang cheerful dan sebaiknya masih muda,membuat siswa makin semangat belajar. Menurut saya,guru sebaiknya bisa mengatur emosi mereka. Karena banyak juga kejadian kelakuan kasar guru terhadap siswa karena tidak bisa menahan emosi bukan?

.>Biaya sekolah gratis. Jujur saja,saya masih prihatin dengan teman-teman saya yang berada di pedalaman yang tidak bisa sekolah. Dengan biaya sekolah gratis,semuanya bisa belajar dengan baik.

.>Satu lagi,jam pelajaran,sebaiknya jangan terlalu lama. Maksud saya,kalau harus datang pagi pulang sore,apalagi mengingat tugas yang banyak akan membuat kita jadi capek bukan? Dan...staff kesiswaan atau biasa disebut OSIS yang makin kesini makin disiplin. Kedisiplinan harus selalu dipraktekan dalam hidup kita!

Selain itu...hubungan orang tua dan murid harus sering-sering dilakukan. Menurut saya,pertemuan minimal satu bulan sekali untuk diadakan pertemuan rutin bulanan bisa jadi alternatif,hehe. 
Saya mohon banget,buat kedepannya,jangan ada ujian nasional. Perkembangan nilai yang diambil dari rapot lebih sebanding dengan kerja keras murid-murid selama 3 tahun dibanding harus mengejar target ujian nasional yang membuat otak pelajar semakin membengkak. 

Menurut saya,itulah sekolah dambaan ku. Semoga ini menjadi suatu hal yang bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Salam sejahtera!!^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar